VERBATIM TEXT REMARKS BY YAB DATO’ SERI ANWAR IBRAHIM PRIME MINISTER OF MALAYSIA AT A JOINT PRESS CONFERENCE WITH HIS EXCELLENCY MIN AUNG HLAING
VERBATIM TEXT
REMARKS BY
THE HONOURABLE DATO’ SERI ANWAR IBRAHIM
PRIME MINISTER OF MALAYSIA
AT A JOINT PRESS CONFERENCE WITH
HIS EXCELLENCY MIN AUNG HLAING
PRESIDENT OF THE REPUBLIC OF THE UNION OF MYANMAR
PUTRAJAYA
8 OCTOBER 2026
———————————————————————————
Respected Excellency, President Min Aung Hlaing from Myanmar and members of delegations, Ministers. May I take this opportunity to thank you, President Min Aung Hlaing for accepting my invitation to visit Malaysia. Having the opportunity to have candid constructive discussions on a wide ranging of issues. First, four eyes and bilaterally with ministers and key government personnel.
Now, we have had excellent relations for a long time, but of course, recent developments have somewhat blocked that sort of progress. So I think our interest is of course to enhance this collaboration. We of course, are reminded of the ASEAN mechanism, but we also understand that the President and your government have made a lot of efforts not only to enhance bilateral relations, but to have the necessary reform, policy changes and adjustments in your own country.
Of course, as we know, in any country, particularly as complex, multi-ethnic and a wide range of differences, it is a process that we need to understand and respect. And we have already conveyed, I think in my four eyed discussions, I’ll be very open and frank and I appreciate your openness and frankness too, because we will have to have that sort of understanding to be able to further fortify our relations.
But we have also agreed that notwithstanding issues that we have to deal with, that the focus must be our people. Our people means, trade, investments, collaboration, all fields, education, agrifood, energy, healthcare, and capacity building.
And as you realize, the increase year to year till now has surpassed 140%, which is quite to me impressive, in terms of our economic ties and potential.
Now Mr. President, you have been kind enough to respond. Foreign Minister Mohamad Hasan was there in Myanmar, and with his counterpart, the Foreign Minister had discussions with you. And he of course, reported back to me and the cabinet that the meeting has been very useful and reaching both parties. And he conveyed views and I must also express my appreciation that his counterpart and yourself Mr. President, having very cooperative, understanding our position and we understanding your position.
One of the issues that’s causing this problem or misunderstanding is the issue of domestic issues that covers democratic reform, etc. And we have heard your concerns, but I have already explained not only here, but also to my counterpart in ASEAN. When I met you in Bangkok after the earthquake, you made certain policy statements which is quite to me remarkable. For example, our field hospital should allow any person without discrimination, that you will continue your policy to engage with all parties to avoid further escalation of violence. Of course, I welcome that and convey my colleagues, not only here, but also in ASEAN. But how you do it, the mechanism of course is up to you as a leader of the country. But I want to just express the importance that we have never renege from that responsibility to express our views.
Now the second issue of concerns is the repatriation of Myanmar nationals. And many of us do not realize that very, very few, hardly any country in my experience, are willing to accept this arbitration in large number at their own expense, as you have shown in Myanmar.
So as a government, we of course have to express our appreciation. Until now over 10,493 Myanmar citizens and personnel taken back through flights and naval ship and thanks to our navy for the collaboration. And you have stated that the others who are present subject to the records will be negotiated further by the Ministry of Home Affairs and their counterpart. And you’re willing to accept them according to the stipulated rules and procedure.
So, I must thank you. You mentioned immediately those in the depot, 3000 – 4000 will be repatriated and anyone who can be ascertained as coming from Myanmar. And of course, you have to sit in whether current criminal records, whatever, those procedures we will have to respect. But I must again reiterate my thanks for your candid manner and willingness to collaborate.
So, in conclusion, may I say this, that this visit, Mr. President, is very important to us and for our two countries and for the region. Thank you for being kind enough to accept this invitation. I wasn’t sure initially because it’s been long break, but my first meeting with you in Bangkok, I knew that it will work because you have been very, not only candid, but you’ve been very willing to accommodate, listen to views and make the necessary adjustments.
And with this visit, Mr President, I would say that we and our part in Malaysia, we’ll do whatever is possible to make sure that we enhance this collaboration and ultimately take Myanmar as part of our community of nations without prejudice and particularly in the context of ASEAN.
But for now, bilaterally between Malaysia and Myanmar, it should be the high par. So, thank you again for this visit.
TEKS UCAPAN VERBATIM
YAB DATO’ SERI ANWAR BIN IBRAHIM
PERDANA MENTERI
SEMPENA
MAJLIS PENYERAHAN PESERTA
PROGRAM MADANI FELLOWSHIP TAHUN 2026
30 SEPTEMBER 2026 | RABU | 1.00 TENGAHARI
DEWAN PUTRA, ARAS 3, BANGUNAN
PERDANA PUTRA, JABATAN
PERDANA MENTERI, PUTRAJAYA
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Salam Sejahtera.
Alhamdulillahirabbil ‘alamin.
Nahmaduhu wa nusalli ‘ala rasulihil karim.
Yang Amat Berhormat Dato’ Seri Dr. Ahmad Zahid bin Hamidi,
Timbalan Perdana Menteri;
Yang Amat Berhormat Datuk Amar Haji Fadillah bin Haji Yusof,
Timbalan Perdana Menteri;
Rakan-rakan menteri;
Ketua Setiausaha Negara (KSN);
Menteri yang menyelaras acara MADANI Fellowship ini.
Timbalan-timbalan Menteri pun hadir dan yang pentingnya anak-anak dikasih sekalian.
- Alhamdulillah kita dapat bersama-sama dan saya juga alu-alukan kehadiran yang alumni fellowship yang sebelumnya. Dan ini hanya satu acara ringkas bagi pendedahan kerana anak-anak akan berjumpa dengan mentor-mentor di kalangan Menteri yang tentunya akan sangat sibuk, tetapi saya percaya dia boleh celah-celahkan sedikit acara. Tapi yang penting itu adalah peluang dan kesempatan, pendedahan supaya anak-anak boleh bersama melihat program menteri, kementerian, jabatan, perbahasan di parlimen dan bagaimana kita dapat tingkatkan prestasi kerja kita dan anak-anak boleh faham bahawa pendekatan kita harus komprehensif.
- Maknanya, walaupun tugasnya di Kementerian Belia atau Kementerian Pengangkutan, tetapi pemahamannya harus lebih meluas. Ya harus ada pemahaman yang melibatkan semua kementerian dan jabatan. Bagaimana kita memanfaatkan kedudukan kita untuk menyantuni masyarakat dan menggunakan kedudukan dalam Kerajaan. Pertama, pertahankan prinsip dasar, agenda perjuangan kita dan yang penting membela nasib rakyat yang di bawah.
- Satu hal yang saya juga nak cadangkan, yang boleh Dr.Taufik bantu, iaitu walaupun anak-anak ini ditugaskan di kementerian masing-masing, tapi mungkin kita berikan satu ruang, satu hari tertentu di mana dia boleh berpindah sekadar mengenal dan mengetahui perjalanan lain-lain kementerian. Boleh?
- Jadi saya ingat, kerana sebelum ini, maknanya sebelum ini kalau di KPT, hari-hari dia tengok gambar Datuk Seri Zambry sahaja. Jadi untuk menghilangkan kebosanannya, kita tukar, jumpa yang lain. Saya ingat ada baiknya. Jadi saya minta umpamanya, diatur acara sedemikian. Sekurang-kurangnya dapat kenal perjalanan Kerajaan keseluruhannya.
- Jadi sekali lagi lah saya ucap pertama, tahniah kepada anak-anak. Sampaikan salam kepada ibu bapa dan keluarga, guru-guru dan pensyarah, dan keduanya mengalu-alukan kehadiran dan bertugas dengan sebaik mungkin.
- Negara memerlukan generasi muda yang punyai kekuatan, semangat, kefahaman dan ilmu untuk melaksanakan tugas yang sangat besar. Bila saudara di sini, saudara akan lihat bagaimana rencam, bagaimana rumit permasalahan kita hadapi, dari pelbagai kaum, pelbagai agama, pelbagai wilayah, pelbagai kelompok yang menuntut sebaik mungkin kepada kita. Tetapi insya-Allah kita dapat lakukan yang sebaiknya.
- Sekali lagi saya ucap terima kasih kepada penyelaras, rakan-rakan Timbalan Perdana Menteri dan Menteri-Menteri, eh ini luar biasa, mana ada program anak-anak muda menteri semua hadir. Saya pun menteri semua hadir masa Mesyuarat Jemaah Menteri sahaja. Program saya pun bukan semua menteri hadir. Tapi ini program anak-anak semua menteri hadir.
- It shows such significant important with place, our children, to young leaders and potential leaders. So, please utilize the resources, make full use your time, learn, acquire knowledge, engage with many people as possible and learn from practical experience what your mentors are doing or attempting to do.
Thank you very much.
Assalamualaikum Warahmatullah.
TEKS UCAPAN VERBATIM
YAB DATO’ SERI ANWAR BIN IBRAHIM
PERDANA MENTERI
SEMPENA
SESI RAMAH MESRA YAB PERDANA MENTERI BERSAMA PEMENANG PERINGKAT AKHIR CABARAN SAINS KEBANGSAAN (NSC) 2026 PIALA PUSINGAN YAB PERDANA MENTERI
28 SEPTEMBER 2026 | ISNIN | 12.30 TENGAHARI
DEWAN PUTRA, ARAS 3,
BANGUNAN PERDANA PUTRA,
PEJABAT PERDANA MENTERI
Yang Berhormat Fadhlina Sidek,
Menteri Pendidikan;
Yang Berhormat Chang Lih Kang,
Menteri Sains, Teknologi dan Inovasi;
YM Akademik Datuk Dr. Tengku Mohd Azzman Shariffadeen,
Tokoh Sains Negara, sahabat saya.
- KSU pun ada, terima kasih banyak, ya. Dan terutamanya anak-anak dikasih sekalian dan guru-guru yang penuh dedikasi dan menunjuk kecintaan kepada anak-anak mereka.
- Saya, pertamanya, mohon maaf kerana tak dapat hadir pada hari itu, dan memang saya tahu Chang Lih Kang dan Tengku Azzman marah sekali pada saya (nada berseloroh), tapi memang jadual itu tidak mengizinkan. Macam hari ini kan, beberapa acara petang ini terpaksa saya batalkan sebab menghormati jenazah Tun Dr. Siti Hasmah yang juga berjasa dan berkhidmat. Jadi kita terpaksa hadir. Jadi, acara yang dijadualkan petang ini nampak terpaksa batal, ada hal-hal yang sedemikian.
- Tapi bagi saya, anak-anak dalam bidang sains, tahniah atas kejayaan memenangi Piala Perdana Menteri. Saya pun tak pernah menang Piala Perdana Menteri. Anak-anak ini nampak hebat, Alhamdulillah. Dan saya… menang daripada Sabah, Tsung Wah, Perak, terkenang suasana saya di Kolej Melayu Kuala Kangsar lagi, dan anak-anak dari Terengganu, Kelantan. Saya ucap terima kasih kerana sudi hadir bersama dan saya sekurang-kurangnya nak raikan.
- Bidang sains teknologi ini penting. Sengaja saya minta Tan Sri Tengku Azzman sampaikan, kerana dia itu bukan sahaja seorang academician, seorang sarjana, tetapi seorang pemikir tentang arah tuju sains negara. Kita mesti menguasai ilmu, mesti kalau dalam yang Fadhlina hebahkan apa ini? Kita ‘menggapai di langit’, teknologi baru, AI, digitalization, itu semua seolah ‘yang di langit’, hal-hal yang tak pernah dibincangkan.
- Saya tak berfikir masa saya di sekolah, tak masuk. Cuma kita di Kolej Melayu bernasib baik kerana fikir. Oppenheim itu, masa itu naib canselor di Universiti Malaya, kemudian muncul sebagai salah seorang pemikir utama dalam dunia. Orang kenal, mana-mana. Tapi, saya masih yang ingat saya pun guna juga, Itu yang Murray dia guna – We know more and more about less and less. Maknanya, ini dia kata over-specialization. Penting tak specialization? Penting. Kita nak umpamanya, quantum computing. Itu specialization? Ya, maknanya you confine knowledge itu dah mudah terbatas Tetapi, peringatan itu penting. Apa dia peringatannya?
- Jangan kita lupa bahawa kita ini pertama, manusia. Manusia ini, dia jadikan Allah Fi Ahsani Taqweem. Kejadian yang paling tinggi dan mulia. Sebetul karamah insaniah dalam al-Quran ditekankan. Tapi, bagaimana boleh jadi manusia yang diangkat sebaik-baik kejadian, The Best of Creatures? Kalau you belajar umpamanya, saya baru balik daripada negara China. Kung Fu Tze, itu maknanya value man itu, pertama, dia nilai, dia sebut Zhong Yong (Kesederhanaan/Moderation). Dia pertengahan, tapi bukan pertengahan average, tak. Pertengahannya, dia ada nilai hidup, tauan dengan mati, nilai akhlak dengan ilmu, iman dengan akal, akal dengan kalbu. Itu kita kalau dalam orang Islam itu ummatan wasafa.
- Dalam falsafah Cina, terutama dia sebut Zhong Yong. Bunyi sebutan itu, Zhong Yong. How do you pronounce? Zhong Yong. Zhong 1, 2, 3, 4, mana? Zhong Yong. 1 is Zhong Yong, oh okay. 1. Dalam Cina dia ada empat. Zhong1, Zhong2, Zhong3, Zhong4. Yang mana satu? Baik. Tapi dalam falsafah Yunani pun ada. Falsafah Yunani sebut golden mean. Manusia yang baik itu manusia yang jaga keseimbangan. Sebab itu, ada sains macam yang Tengku Azzman saran dan gagaskan, itu mesti ke arah pengkhususan, tetapi pengkhususan tidak meninggalkan kemanusiaan, nilai kita. Ini disebut ‘menggapai di langit, tetapi mengakar di bumi’. Apa dia yang ‘mengakar di bumi’? Soal iman, akhlak, sahsiah. Jadi ini yang diimbangi.
- Sebab itu kita, saya minta guru-guru pun ada, kadang-kadang jangan dengar orang di luar kadang-kadang dia bagi pandangan lain pula. Seolah-olah pendidikan kita ini di satu pihak tinggalkan Islam. Maknanya, ini sekular. Tak betul, falsafah pendidikan kita itu apa? ‘Gapai di langit, akar di bumi’, itu ‘akar di bumi’ itu apa? Iman, akhlak, nilai.
- Malah kita bincang pasal artificial intelligence yang disinggung tadi. Ya, AI itu perlu? Perlu. Kalau kita tinggal AI, kita akan keterbelakang. Tetapi AI kita jangan AI Elon Musk, jangan AI ditentukan Amerika. AI dari segi bidang ilmu, tetapi AI kita apa? Nilai, soal akhlak, etika, dan kita tahu AI itu direncana oleh orang asing. Takkan dia tidak ada agenda lain? Mesti ada agenda. Agenda apa? Penguasaan, control melalui teknologi.
- Jadi, anak-anak ini mempunyai tugas yang sangat besar. Tugas saya ini, saya nampak Fadhlina, Lih Kang, menteri-menteri ini apa? Bagi ruang, apa cara dia? Nak bagi ada pameran, ada makmal tambahan, ada kursus specialization yang pengkhususan, ada perbahasan. Yang itu kita boleh sediakan. Tetapi kita nak anak kita ini, bila saya sebut anak, tengok beza dia.
- Sebab itu saya kata, kita belajar kemanusiaan, kita belajar agama, kita nak Islam, kita nak kemanusiaan, kita nak Malaysia. Tapi kita nak ini anak saya, ini bukan dia, tak. Sebab itu kita latih daripada awal. Bukan masalah, Malaysia ini masalahnya bukan kerana orang Islam nak Islam, bukan. Ada orang kata kerana kita Islam sangat, tak betul. Ada bukan kerana orang Cina nak kuasai, seperti mana propaganda orang, tak betul.
- Masalah kita bukan masalah orang Cina, atau masalah orang India di estet. Masalah kita ini masalah kemanusiaan, masalah nilai, masalah akhlak, masalah ilmu. Kuasai ilmu, satu. Tapi ilmu apa? Kena ada iman, kena ada akhlak, kena ada nilai. Kalau ada iman, akhlak, nilai, mana ada fahaman perkauman, hina orang? Tak. Ini yang ada. Saya fikir, oh ini tak, ini daripada anak Cina, hm… lagu tu saya tak boleh salam, tak boleh duduk, ahh ini anak Melayu ini mesti tak cerdik ah, ni anak India, ah tak usah kira India tak ramai di Malaysia.
- Ini fahaman-fahaman yang mesti anak-anak patahkan, ya dan bawa yang baru. Kalau tidak, kita nak pintar? Ya. Kita nak….. jangan, jangan salah faham, saya bila sebut tentang akhlak, kerana Rasulullah SAW itu bagi kita contoh terbaik, uswatun hasanah. Wa innaka la’ala khuluqin ‘azhiim. Memang betul, itu satu. Tetapi bagaimana kita sebut akhlak kita hina orang? Akhlak bagaimana kita belajar specialization, pengkhususan, jadi jurutera terbang, terbaik, tetapi tidak tahu tentang kemanusiaan? You can build bridges, you know, engineering, top line, you do not know how to bridge between people, cultures.
- Ini saya harap anak-anak faham maksudnya, belajarlah sebaik mungkin, jaga disiplin, jaga akhlak. Ini di sekolah Fadhlina tahu saya bising dengan dia, ini macam mana sekolah, sekolah agama ke sekolah menengah kebangsaan, buli masih ada. Kita belajar apa dia sekolah? Hina orang, pukul orang, baru kecil-kecil dah tunjuk samseng. Kalau orang ini jadi seorang menteri, mampus kita.
- Jadi sebab itu, didikkan itu, ilmu. Kalau kita rumuskan tadi yang Tengku Azzman sebut, “menguasai to know maximum, to know whatever is there.” But, remember, jangan kurangkan, not less and less about people, about humanity, about justice, about kebaikan, about nilai ihsan. Itu maknanya sementara kita tahu ilmu more and more, manusia itu ditingkatkan makam dan taraf dan harakatnya.
- Faham ya? Ini saya cakap panjang pulak. ini saya bercakap ni, yang pintar-pintar ni kalau tak faham, susah saya. Semua yang menang-menang ni. Ya. Berfikir dalam beratus ribu ni, saudara yang diiktiraf, terpilih. Tahniah, alhamdulillah.
- All the best! Balik, kirim salam ibu bapa, ya. Kata saya bangga dengan kejayaan saudara-saudari. Ucapan terima kasih kepada guru-guru, dedikasi mereka luar biasa, ya. Tanya Tengku Azman, tak pernah kita lupa guru sampai sekarang, fikir tak? Gurau dia, marah dia, baik dia, tekun dia, itu jasa mereka. Jadi pertama ibu bapa, kemudian guru-guru kita. Nanti kalau balik, kata ada orang panggil Anwar Ibrahim, ada orang panggil PMX, ikutlah panggil apa pun, tapi kata saya sampaikan salam dan ucap terima kasih, pertama ibu bapa, dan kedua guru-guru dan sahabat.
Terima kasih.
Assalamualaikum.
TEKS UCAPAN VERBATIM
YAB DATO’ SERI UTAMA ANWAR BIN IBRAHIM
PERDANA MENTERI
SEMPENA
MAULID AKBAR SEMPENA HARI KEMERDEKAAN
28 OGOS 2026 | JUMAAT | 9.00 MALAM
MASJID TENGAH, JALAN BERAPIT
PULAU PINANG
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh dan Salam Sejahtera.
Alhamdulillah, alladzi arsala rosulahu bil huda wa dinil haq.
Liyuzhhirohu ‘alad dini kullihi.
Wa kafa billahi syahida.
Wa Usolli Wa Nusollimu Ala Rasoolihil Kareem,
Wa ‘ala alihi wasahbihi ajma’in.
Alhamdulillah, kita dapat bersama-sama pada malam ini. Saya ucap terima kasih kepada:
Yang Berhormat Senator Dr. Zulkifli bin Hasan,
Menteri di Jabatan Perdana Menteri (Hal Ehwal Agama);
YB Senator Puan Marhamah binti Rosli,
Timbalan Menteri di Jabatan Perdana Menteri (Hal Ehwal Agama);
Yang Berhormat Dato’ Dr. Mohamad bin Abdul Hamid,
Timbalan Ketua Menteri 1 Pulau Pinang;
Yang Berbahagia Sahibus Samahah Prof Madya Dato’ Dr. Mohd Sukki bin Othman,
Mufti Kerajaan Negeri Pulau Pinang;
Sahibus Samahah Mufti Wilayah Persekutuan;
Selain daripada Setiausaha Kerajaan Negeri dan lain-lain saya ucap terima kasih.
- Saya nak raikan malam ini juga, meraikan tokoh-tokoh tuan-tuan guru yang utama, yang masyhur, dari Kelantan, dari Kedah. Jadi mungkin sebahagian daripada jamaah yang ada ini tidak kenal walaupun pernah dengar namanya.
- Pertama, Yang Berbahagia Tuan Guru Haji Abdul Rahim, itu pengasas Pondok Sungai Jagung Pendang, Kedah. Memang terkenal dan saya ingat lagi masa saya muda-muda daripada zaman ABIM, memang terkenal, masyhur. Mula diperkenalkan kepada saya oleh Sheikh Fadhil Noor, mula-mula sekali. Jadi kita raikan kehadiran beliau.
- Kita di Berapit ini, terima kasih kepada Jawatankuasa Masjid, Imam semua, tidak selalu kita boleh dampingi tuan-tuan guru yang terkenal, ilmu lama, banyak dan pernah mengaji di merata dunia, di Makkah al-Mukarramah, di Pattani, di Pakistan, jadi kita nak manfaatkan ilmu mereka. Yang penting, kita ini ada adab untuk menimba ilmu pengetahuan, tetapi lebih bermanfaat apabila berguru, dan berilmu, menuntut ilmu daripada orang yang mampu menyampaikan dengan tahap kearifan mereka, amal mereka dan ibadah mereka serta doa mereka.
- Mudah-mudahan, kita dapat manfaat daripada Tuan Guru Haji Abdul Rahim, dan juga yang sebelah kanan saya, Yang Berbahagia Tuan Guru Syeikh Haji Wazir Bin Che Awang Al-Makki, dan kenalan saya yang sangat lama, seorang ulama masyhur di Kelantan dan Penasihat Kesatuan Pondok-pondok seluruh Kelantan. Seorang yang lama di Mekah, di Pakistan, di Pattani. Dan sekarang saya minta Dr Zulkifli bantu, dan Marhammah untuk pastikan mereka ini dapat menyampaikan ilmu dan memberi manfaat kepada umat.
- Negara MADANI ini tidak tertegak dengan hanya dengan dasar, dengan teknologi baharu, yang saya sebut, seolah-olah “menggapai yang di langit”. Artificial intelligence (AI), teknologi maklumat, teknologi baharu yang moden, itu penting kita kuasai, tetapi asas dia apa? “Menggapai di langit” tapi mesti “mengakar ke bumi”. “Mengakar ke bumi” itu, akidah, akhlak, sahsiah, supaya nilai kita dan akhlak kita jaga.
- Islam itu tidak terletak pada hanya pada slogan atau semangat, tetapi dengan ilmu dan dengan akhlak. Dan ilmu itu, kita ambil manfaat daripada tuan-tuan guru yang juga boleh memberikan manfaat kepada kita.
- Jawatankuasa masjid, kita kenal Berapit, tapi dipanggil Tengah la ni, tapi memang Masjid Berapit lah. Daripada sejarah lama, daripada sahabat kita Allahyarham Cikgu Ibrahim Ahmad sampailah Jawatankuasa sekarang, terima kasih banyak.
Saudara-saudari yang dimuliakan,
- Bulan ini bulan yang istimewa bagi Malaysia. Bagi umat Islam, bulan Maulud Nabi Muhammad SAW, dan kita tahu mesej dan risalah Muhammad SAW, risalah “Rahmatan lil ‘alamin”, ini kena jelas. Rahmat kepada sekalian alam.
- Jadi, ada kawan-kawan saya masyarakat Cina ada di belakang, saya nak bagitahu, Islam ini tegak untuk memberi rahmat kebaikan kepada semua. Tidak betul kalau dianggap ini hanya mesej dan risalah kepada orang Islam, kerana keyakinan itu, itu kita dengan Allah SWT, tentunya, dan kita dakwah. Tetapi risalah mesej itu, “Rahmatan lil ‘alamin” dan Rasulullah SAW itu “laqad kanalakum fi rasulillah uswatun hasanah”, contoh terbaik bagi kita semua, bagi umat manusia.
- Sebab itu, bila selalu dalam tegas, dalam Negara MADANI in,i kita kata kita agama wasatiyah, risalah wasatiyah, “ummatan wasata” – “Wa kazalika ja’alnakum ummatan wasatal-litakunu syuhada’a ‘alan-nas, wa yakunar-rasulu ‘alaikum syahida.”
- Kita ini, umat ini, ini yang ada ramai-ramai ini. Umat ini, Allah tetapkan sebagai “ummatan wasata”. Umat yang pertahankan keseimbangan dia, equilibrium Iman, ilmu, akal, kalbu, rohani, jasmani, material, spiritual. Ini dia satu agama yang menekankan soal keyakinan kita dan amal kita.
- Ada sarjana dan ulama kupas, umat seimbang itu, dunia pun seimbang. Jaga orang Islam, jaga bukan Islam, manusia ini. Jaga bumi yang kita pijak. Jaga pohon-pohon, haiwan, kita kena jaga, kerana sepertimana dalam hadis Nabi Muhammad SAW, “Irhamu man fil-ard, yarhamkum man fis-sama”. Kalau kita tunjuk kasih sayang kita kepada bumi, nescaya yang di langit akan mencurahkan kasih sayang kepada kita.
- “Ummatan wasata” dalam Al-Quran tadi apa dia? “Litakunu syuhada’a ‘alan-nas”. Betulkah kita ini umat yang seimbang? Betulkah kita cinta ilmu? Kita kuat akidah dan akhlak? Betulkah kita nak jadi contoh yang baik? Akhlak kita, nilai kita, kerja kita, kebersihan kita, tekun kita, negara kita, contoh terbaik. Teknologi yang melangit. Ilmunya, baik. Hubungan ulama dengan umarak, baik. Masing-masing sanggup mendengar nasihat dan pedoman. Umat seimbang. Kalau betul, betul. Betulkah kita sanggup begitu? Insya-Allah, Allah janjikan dalam al-Quran, “Litakunu syuhada’a ‘alan-nas”, Allahuakbar luar biasa.
- Maaf tuan-tuan guru-guru ni, mereka lebih arif, lebih mendalam, tapi sekadar ana nak sebut. Ini mufti-mufti ada dua juga, Sahibus Samahah, ana nak sebut, dengar kupasan ini. Kita macam mana hebat kita, Allah janjikan, dan pasai apa contoh kita tak jadi. Kerja kita, masalah negara kita. Contoh macam mana? Dadah banyak, rasuah banyak, sakau orang banyak. Bagi jaga hak orang Islam pun hilang duit. Bagi jaga orang bukan Islam pun hilang duit. Jadi nak jadi contoh macam mana?
- Sebab itu, kita kena ada “Islah”, bawa perubahan kerana apa? Allah janji, janji apa? “Syuhada’a ‘alan-nas”, kalau betul jadi ini “Ummatan Wasata”, “litakunu syuhada’a ‘alan-nas”, contoh terbaik bagi umat manusia. Ini bukan Anwar kata, bukan tok guru, ini janji al-Quran. Kamu jadi umat yang baik, umat yang wasatiyah, kamu itu sendirinya. Contoh bukan saja contoh bagi orang Islam di Malaysia, dak. Contoh bagi semua. Orang Cina kalau tengok kita, wah, orang Melayu Islam ni ya kerja rajin, akhlak baik, janji tak tipu, duit tak sakau. Orang hormat kita kerana apa? Allah janji “Syuhada’a ‘alan-nas”, tapi contoh yang baik. “Wa yakunar-rasulu ‘alaikum syahida”.
- Kalau beginilah, ini bayangkan kita akhirat esok jadi contoh, yang bagi saksi kepada kita ini Rasul. Jadi saya ingat dah sampai tahap yang paling tinggi, bukan setakat Yang Berhormat ke, Menteri gabung pun tak cukup (nada seloroh). Contoh itu, yang jadi saksi kepada kita.
- Jadi mudah-mudahan, sebab itu saya kata, kita ni pandai macam mana pun, mesti ada kesediaan ilmu. Saya dengar tadi khutbah Sahibus Samahah Mufti tadi di Masjid Seberang Jaya Sembilang. Orang baca khutbah ini tiap minggu, tapi kalau baca dengan ilmu, dengan ikhlas, penyampaian itu dengan gaya yang menarik, suara yang tegas, itu dia boleh menikam ke lubuk hati dan jiwa dan hati nurani kita.
- Mudah-mudahan Allah SWT memberi kekuatan kepada tuan-tuan guru yang banyak, saya ingat memadailah setakat itu sebagai mukaddimahnya, dan terima kasih kepada Dr. Zulkifli dan rakan-rakan daripada JAKIM dan semua anak-anak daripada pondok seluruh Seberang Perai ini. Saya melawak tadi, bagus ada yang serban lebih besar daripada serban syeikh.
- Mudah-mudahan Allah bagi kekuatan, kuat iman, banyak ibadah, jumpa ibu bapa, cium tangan mereka. Ini kita peringat. Saya jumpa tadi, anak-anak di maktab perguruan, institut perguruan, kadang-kadang balik-balik kita, oh, okey okey tak ada langsung. Kita mengaji agama, kita solat, akhlak yang asal pun kita tak ikut.
- Jadi jagalah diri kita, kerana negara MADANI saya nak tekankan lagi. Takpalah orang kata apa pun, bagi saya negara MADANI ini mesti pacu ekonomi bagi bagus, tetapi asas dia akidah, akhlak, sahsiahnya yang baik. Maknanya, nilai dan akhlak sebagai tonggaknya.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
TEKS UCAPAN VERBATIM
YAB DATO’ SERI UTAMA ANWAR BIN IBRAHIM
PERDANA MENTERI
SEMPENA
SESI TEMU ANWAR
SEMPENA AMBANG MERDEKA SAHABAT MADANI
28 OGOS 2026 | JUMAAT | 4.00 PETANG
INSTITUT PENDIDIKAN GURU KAMPUS TUANKU BAINUN,
BUKIT MERTAJAM, PULAU PINANG
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh dan Salam Sejahtera.
Alhamdulillahil ladzi anzala ‘ala ‘abdihil kitaba wa lam yaj’al lahu ‘iwaja
Wa usolli wa usallimu ‘ala rasoolihil kareem, wa ‘ala alihi wa sahbihi ajma’een.
Yang Berhormat Datuk Seri Fadhlina binti Sidek,
Menteri Pendidikan;
Yang Berhormat Dato’ Dr. Mohamad bin Abdul Hamid,
Timbalan Ketua Menteri 1 Pulau Pinang;
YBhg. Dato’ Wan Hashim bin Wan Rahim,
Ketua Setiausaha Kementerian Pendidikan;
Yang Berbahagia Datuk Seri Sollehuddin Alyubi Zakaria,
Ketua Pengarah Unit Penyelarasan Pelaksanaan (KP ICU);
Rakan-rakan, pensyarah, guru-guru dan anak-anak yang dikasihi sekalian.
- Khusus kepada Pengarah IPG Mengkuang ini. Saya kenal sebagai IPG Mengkuang, Tuanku Bainun. Terima kasih banyak.
- Ini anak-anak sekitar Seberang Perai, Permatang Pauh ini, semangatnya luar biasa, saya ucap terima kasih dan salute, terima kasih banyak.
- Sejak saya jadi Perdana Menteri, tiga setengah tahun yang lalu. Saya sentiasa anjur beberapa majlis yang disebut Temu Anwar, untuk mengurangkan protokol, peraturan dan kaedah-kaedah yang agak formal dan mengadakan majlis yang lebih santai, berbincang dengan anak-anak mahasiswa, terus ke IPG dan juga pelajar-pelajar terutama yang Tingkatan 5 dan 6. Kerana saya kira, pendidikan ini harus mencungkil bakat, memberi ruang kepada anak-anak mengemukakan dengan tegas dan berani.
- Ini disebut menimba ilmu, tetapi mesti bersedia menyaring maklumat dan berfikir dengan kritis. Saudara-saudara tahu kalau di dunia pendidikan dari dahulu, saya tegaskan tentang prinsip Nabi Muhammad SAW, “Addabani Rabbi Fa ahsana Ta’deebi”, bahawa pendidikan itu tidak boleh terlepas dari mengangkat martabat manusia.
- Mengangkat martabat manusia itu tentunya dengan ilmu, tetapi juga dengan adab. Ada ilmu, adabnya rendah, akal budi tidak terkawal, tingkat ilmunya ada, tetapi tidak mampu mengangkat peradaban. Sebab itu, doa kita, mengangkat seperti hadis Nabi Muhammad SAW, ia mengangkat ilmu dengan prinsip adab. Ini bezanya dengan Negara MADANI.
- Kalau orang bertanya, “Mengapa MADANI?” Kerana MADANI ini selain daripada mengejar perubahan, Fadhlina banyak kali mengupas, apa dia? Bekerja, bergerak, berusaha ke arah “menggapai yang di langit”. Kita bayangkan seolah-olah teknologi baharu, IT, AI (artificial intelligence), ini seolah-olah “menggapai yang di langit” ilmu baharu, tidak ada dalam teks sekolah dahulu semasa saya Menteri Pendidikan, tahun 1988, 1989, belum ada lagi. Mana ada IT? Mana ada AI? Maknanya, ilmu baharu, dia mencabar guru, mencabar pensyarah dan anak-anak. Seolah-olah kita meneroka ilmu, dan alam pemikiran baharu.
- Ini dia cabaran. Jadi, kalau anak-anak Tingkatan 5, anak-anak prauniversiti, apa lagi IPG, mesti fikir begitu. Ini satu cabaran. Kalau negara ini mahu angkat sebagai negara hebat, dan saya yakin, ini bulan kemerdekaan, saya mahu anak-anak yakin bahawa Malaysia ini negara hebat dan gagah dan boleh kita angkat sebagai negara hebat.
- Dari mana hebatnya? Dari ilmu, dari budi pekerti. Ini yang digabungkan sebagai ilmu dan adab. Kita tidak mahu negara itu “menggapai di langit”, kerana banyak negara barat, teknologinya kalahkah kita, tetapi nilai kemanusiaannya terhakis, hina orang. Kalau dia kaya, hina orang miskin. Kalau dia berilmu, perbodohkan yang di bawah. Kalau dia tahu maklumat sedikit, menghina orang, mencaci orang.
- Tadi dalam khutbah Jumaat, saya terkesan dengan khutbah Jumaat di Pulau Pinang. Bulan kemerdekaan. Itu bulan merdeka. Merdeka itu apa? Ya betul, “Merdeka!”, kata Tunku Abdul Rahman. Kita pun sahut, “Merdeka!”. Merdeka apa? Merdeka…negeri kena merdeka, tidak dijajah. Pemikiran kita, fikiran kita, juga merdeka. Tidak fikiran lapuk, hina orang kerana warna kulit. Hina orang kerana budaya yang asing. Itu dia tidak merdeka. Dia tak angkat nilai kemanusiaan. Tapi bukan saja negeri harus merdeka, tapi juga jiwa harus merdeka. Pemikiran dan jiwa.
- Jadi saya tekankan kepada anak-anak, semangat kemerdekaan itu dia. Sebab itu, kita lawan bebaskan rakyat daripada kemiskinan. Peluang pendidikan menyeluruh dalam dunia pendidikan, disebut memberikan ruang sebanyak mungkin kepada anak-anak semua kaum, semua daerah, miskin, kaya, desa, pedalaman, luar bandar, miskin bandar, mesti diberikan ruang pendidikan bermutu. Democratization of access to quality education. Sebab itu dibuka.
- Bayangkan, kita merdeka 1957. 1957 Mana ada sekolah menengah di seluruh Seberang Perai Tengah ini? Seberang Perai Tengah ada sekolah menengah, High School Bukit Mertajam. Yang lain semua sekolah rendah. Sekolah Rendah Mengkuang, itu kemudian. Sekolah Rendah Cherok Tok Kun, ya, sekolah rendah. Kalau nak sekolah menengah, kena pergi aliran Inggeris. Satu. Bayangkan satu daerah besar, satu. Dan sekarang kita ada puluhan. Itu pengisian kemerdekaan.
- Tapi dari mana mahu bina sekolah ini? Dana. Sebab dana, wang, tidak diangkut keluar ke England. Sebelum itu ke Belanda. Sebelum itu ke Portugis. Sebelum itu ke Jepun. Dia bawa ke luar negara yang menjajah kita. Jadi, kita tinggal yang, jadi miskin.
- Saya nak anak-anak Melayu, Cina, India, orang asli ini tahu ini sejarah kemerdekaan. Jadi, apa untungnya kita hasut, benci satu sama lain? Apa ruginya kalau kita angkat semua, kerana mereka menjanjikan kemerdekaan itu bagi semua. Tetapi, ini isi mesej saya, terpenting, risalahnya. Apa dia? Anak-anak akan tentukan masa depan. Ketimbang, puluhan tahun dulu sudah merdeka, ibu bapa dulu, neneklah dulu, tak ada peluang pendidikan. Berapa orang? Tanya di kampung. Bapak yang boleh lulus universiti, lulus IPG. Nenek? Berapa orang yang masuk universiti? Kan tidak ada ruang. Berapa orang yang ke sekolah menengah? Hampir tidak ada. Tanya kampung-kampung dari kalangan orang 20-an, 80-an, boleh kira. Itu erti kemerdekaan. Kita harus tahu bersyukur kepada Allah S.W.T. Ini bukan saya, nenek kita, pejuang-pejuang kemerdekaan, termasuk Tunku Abdul Rahman Putera Al-Hajj dan sebelumnya lagi, yang menggerakkan semangat. Dan kita merdeka kerana dukungan, pertamanya orang Melayu bersatu. Kemudian orang India, orang Cina dan kemudian dengan wujudnya Malaysia, Sabah, Sarawak dirangkul sebagai kekuatan baru.
- Jadi jangan remehkan peranan sesiapa. Ini bermakna, anak-anak yang ada di sekolah sekarang, di IPG, di Tingkatan 6, jangan lupa. Ada peranan besar. Manfaatkan dengan sebaiknya. Belajar dengan sungguh-sungguh, dengan tekun. Hormat ibu bapa, hormat guru-guru dan pensyarah, dan jalin hubungan kasih sayang di antara kita, baru bangkit. Hentikan amalan-amalan kotor dan lapuk. Kalau daripada kecil, tingkatan berapa? 5. Yang pandai buli orang. Berapa? Tingkatan 6 sombong. Bayangkan orang macam ini nak jadi pemimpin esok, jahannam negara kita. Sebab itu, saya keras sekali, tidak ada tempat bagi sekolah-sekolah kita, melayani orang-orang yang sombong, yang buli, kerana dia kuat sedikit, dia buli orang. Dia tak tahu orang yang kuat daripada dia itu berpuluh-puluh lagi. Ada, saya tahu di sekolah, yang perangai macam itu. Jangan tolak-ansur. Jangan tolak-ansur.
- Saya nak bagi ingatan kepada anak-anak, kepada guru-guru, kepada pensyarah. Kita mula tolak ansur ini, negara kita dan masa depan tidak akan terjamin. Kerana apa? Kita nak bentuk addabani apa? Peradaban apa? Akhlak tidak dijaga. Nilai tidak murni. Yang penting ilmu dan akhlak.
- Itu mesej saya, dan saya percaya, lihat pada semangat anak-anak, ada harapan yang indah bagi negara kita. Kadang-kadang kita baca ini, ada seribu pelajar satu sekolah. Yang teruk buli, 4 orang. Dalam media cerita 4 orang, dia tak cerita 960 orang tu. Jadi bukanlah maksud saya nak besarkan cerita 4 orang, tapi saya nak beritahu jangan kita izinkan. Kita mesti bawa budaya baru. Dalam dunia politik, pendidikan, yang kerja hina orang, maki orang, tak ramai. Jadi, kita kena hentikan amalan ini.
- Dan tentunya bulan kemerdekaan, dan baru-baru kini baru selesai Maulud Nabi Muhammad SAW. Kita sambut Maulidurrasul. Malam ini pun ada tuan-tuan guru dari Kedah, dari Kelantan ke Masjid Berapit. Kita manfaatkan ilmu mereka. Tetapi saya nak ingatkan, semangat bulan Maulid, semangat bulan kemerdekaan, apa dia? Kalau tidak kita hayati, kalau tidak kita menjiwai roh kemerdekaan itu.
- Siapa yang menentukan? Anak-anak. Apa caranya? Belajar dengan bersungguh-sungguh. Jaga disiplin dengan baik. Jaga akhlak dan adab. Hormat sesama manusia. Kita lahir kadang, warna kulit berbeda. Kaum berbeda. Budaya berbeda. Agama berbeda. Tidak ada ajaran agama yang menghina orang. Dan dalam al-Quran itu untuk apa? Untuk “li ta’arafu”. Kenal, hormat satu sama lain. Tidak semestinya kita terima agama dia, tapi tidak ada arahan untuk menghina orang kerana kepercayaan dan lain-lain. Itu maksud saya dengan pendidikan.
- Kalau ada guru-guru yang kadang tak faham, ada tentunya dalam ramai-ramai itu ada. Tetapi, saya percaya Fadhlina, Menteri Pendidikan dan seluruh kementerian akan bergerak untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu.
- Orang tanya, peruntukan. Di mana-mana saya beritahu. Malaysia ini satu-satu negara. Bila dalam belanjawan kan kita ada untuk pendidikan, pertahanan, kesihatan, keselamatan, kebajikan masyarakat, sosial, sains dan research, peruntukan. Di Malaysia, sejak Kerajaan MADANI, peruntukan terbesar dalam belanjawan, di bidang pendidikan. Paling tinggi jumlahnya. Sebab, kita fikir masa depan. Cukup? Belum cukup. Itu tidak tanya lagi KSU, KPP, asyik tak cukup sahaja. Tetapi, semua kementerian dan jabatan tidak cukup.
- Kemudian, baru-baru ini dalam dialog saya dengan anak-anak prauniversiti Tingkatan 6, dia kata dari darjah satu hingga Tingkatan 5 ada elaun, universiti ada elaun. Tingkatan 6, prauniversiti, tidak ada. Jadi, saya telah umumkan dalam belanjawan kita bulan Oktober, saya akan luluskan peruntukan dan elaun untuk pelajar-pelajar Tingkatan 6.
- Saya umumkan, tapi jumlahnya saya nak kena kira. Boleh umum besar-besar, tapi saya tidak mahu hutang. Jadi, kita kena umum, tengok. Ikut baju, ikut kainnya. Jadi, ikut keupayaan kita. Macam mana? Ikut baju ke ikut kain? Saya nak test Menteri Pendidikan. Lulus? Lulus dengan cemerlang, Jadi, ini yang saya nak tekankan. Tapi, di mana-mana saya pergi tentunya ada peruntukan.
- Tapi di IPG dan Institut Pendidikan Guru Kampus Tuanku Bainun di Mengkuang ini, Bukit Mertajam, dia ada kaitan nostalgia dengan saya sedikit. Mungkin ramai anak-anak tidak tahu. Masa saya jadi Menteri Pendidikan lama dulu, saudara belum lahir, ibu bapa pun boleh tentu belum kahwin lagi. Ada cadangan, saya ambil alih, kemudian ada cadangan untuk wujudkan satu Maktab Perguruan baru di Pulau Pinang. Maka disediakan tanah, tapak tanah dan dicadang tempatnya di Pulau Pinang. Tapi saya fikir… sudah, semua dah lulus. Tapi saya fikir, Pulau Pinang dah ada RECSAM, ada USM, ada Maktab Perguruan Pulau Pinang. Jadi saya kata, sepatutnya bawalah ke Seberang Perai. Kalau dulu kadang-kadang kita ni bias, apa pun sikit, pulau, pulau. Jadi, kita bawa ke Seberang Perai. Maka, semasa itulah saya putuskan harus ada Maktab Perguruan di Seberang Perai. Kita cari tanah, kita dapat tanah di Mengkuang, maka tertubuhlah Maktab Perguruan. Itu sejarahnya. Ini bukan nak claim Itu kenyataannya.
- Sebab, kalau saya tak campur tangan masa itu, dia akan jadi satu lagi Maktab Perguruan di sekitar dekat Bukit Gelugor di Pulau Pinang. Saya tidak ada perasaan anti Pulau Pinang, tapi saya tengok RECSAM ada, USM ada, Maktab Perguruan dah ada, 3 di situ. Ini sebelum Maktab Rendah Sains MARA. Ini baru. Tapi itulah sebab kita pindah di sini, dan sekarang berkembang sebagai satu IPG yang penting. Dan ucap tahniah kepada rakan-rakan di sini dan juga kepada Kementerian Pendidikan, kerana mampu mengawal dan mengangkat dan sekarang menjadi Maktab Perguruan IPG Tuanku Bainun. Terima kasih.
- Dan saya cadangkan nama Tuanku Bainun, kerana masa itu Tuanku Bainun adalah Raja Permaisuri Agung, dan belum ada nama yang disebatikan dengan peranan dan khidmat Tuanku Permaisuri masa ketika itu. Maka saya ambil keputusan itu. Dan sejak itu, saya berkembang, keadaan berubah, saya jadi TPM, kemudian saya dapat cuti panjang di Sungai Buloh. Ada anak-anak tak tahu ini. Nanti pensyarah kena beritahu, guru kena beritahu. Kemudian balik, berjuang, berjuang, berjuang dan alhamdulillah, anak Sungai Bakap, Cherok Tok Kun, Permatang Pauh, sekarang Perdana Menteri kita.
- Tapi, yang penting apa dia? Apa yang mampu kita lakukan? Pengisian, ingat ini bulan kemerdekaan, pengisian kemerdekaan. Dia bukan boleh diisi dengan kerangka dasar. Bukan boleh diisi dengan program, tapi diisi secara berkesan, dengan mutu pendidikan dan kaedah latihan dan pedagogi yang bermakna untuk mengangkat keupayaan kita. Tidak harus ada anak yang dipinggirkan. Yang paling miskin di desa harus diberi ruang dan kemudahan. Itu erti kemerdekaan.
- Sebelum kemerdekaan, yang naik itu hanya golongan pedagang kaya, golongan penjawat awam yang elit di kota, dan golongan bangsawan. Bila merdeka, pendemokrasian itu dilebarkan. Dari anak di kampung, desa, pedalaman, estet, ladang, itu harus diberi ruang dan kesempatan. Sebahagian besar dari anak-anak ini, dari keluarga yang saya maksudkan itu. Dan kejayaan kita itu bagi satu negara akan ditentukan, jika suksesnya, kejayaannya, jika anak-anak daripada kawasan yang terpinggir, miskin bandar, miskin desa, yang tak ada peluang itu dapat menikmati. Berapa ramai umpamanya anak-anak dari keluarga miskin yang mampu jadi pakar IT, menguasai AI, dalam industri semikonduktor, pendidik yang baik, penjawat awam yang berjaya. Tentunya kita harapkan dari anak-anak muncul.
- Bagaimana boleh? Dengan ikhtiar dan doa. Dia tak ada no shortcut, dia mesti dengan kesungguhan kita belajar. Ini saya nak sampaikan kepada anak-anak, dan kalau saya lihat tadi dalam video yang disediakan oleh ICU, itu minat saya mengajar, saya sekarang silap kerja. Saya keluar universiti, saya tubuh sekolah untuk anak-anak miskin. Jadi anak-anak yang miskin diberi peluang untuk ambil semula tingkatan 5, tingkatan 6 dan oleh kerana kita adakan program itu, ramai kawan-kawan saya termasuk dari Universiti Malaya yang tutor, yang pensyarah datang khidmat dengan harga bayaran yang sangat kecil.\
- Dia pensyarah universiti, Yayasan Anda Akademik itu dekat dengan Universiti Malaya. Dia boleh datang, buat kelas malam, bagi peluang anak-anak. Jadi, itu semangat saya tentang nama “Bu’ithtu Mu’alliman”. Kalau tanya Rasulullah SAW, jawapannya tugas dia sebagai muallim ini guru, pengajar. Jadi itu kita lakukan. Dan lepas saya cuti di penjara Sungai Buloh, saya sempat sekejap satu tahun di Oxford University, sebagai felo, kemudian profesor di Georgetown University di Washington DC. Dan masa itu pun saya sangat, I mean satu ruang saya, Azizah dan anak-anak sangat umpamanya, gembira dan rasa cukup selesa dengan kehidupan sebagai seorang pengajar, pensyarah dan professor. Tapi keadaan memaksa saya pulang, kembali kepada negara, kerana kecintaan saya kepada negara dan diktakdirkan sekarang mengetuai Kerajaan Malaysia MADANI.
- Sebab itu, jiwa saya masih jiwa sebagai pendidik. Fadhlina tahu, tiap kali kalau hari Jumaat, macam tadi saya solat Jumaat di Seberang Jaya, Sembilang. Memang anak-anak tadi berkerumun. Sekolah mana? Sekolah Sembilang ada, Sekolah Seberang Jaya 2. Okey. Tandas semua okey? Semua okey, tapi ada satu rosak. Hah? Satu? Satu pintu longgar. Okey. Guru semua datang? Ada. Saya kata, ada guru sejarah datang? Ada-ada. Guru matematik? Itu cara saya mendapat maklumat. Kerana anak-anak ni dia cakap lurus. Kalau tanya Ketua Pengarah dia kata okey, Dato Seri, jangan bimbanglah. Dia ada berlapik sikitlah kan? Tanya KPP, should be okay, should be okay! Dia cuba selesaikan, dia tak mahu bebankan saya. Itu tujuan dia.
- Tapi bila tanya anak-anak, dia cakap terus terang dan selalunya itu live on television. Jadi selalunya, Fadhlina dia akan dapat direct Itu feedback kita kepada anak-anak, kerana jiwa saya, saya senang tengok anak-anak dan okey lah, saya pesan, eh malam baca buku. Baca berapa jam? Ada seorang tu cakap, “saya akan baca tiga jam”, saya pun tak percaya. Jadi tak payah tiga jam, setengah jam pun okey. Atau mula dengan satu jam, okey janji-janji, okey janji, okey!
- Itu cara kita mendidik, makna jiwa saya sebagai pendidik itu tidak pernah terlepas. Jadi, hari ini walaupun Allah takdirkan saya di sini, saya masih menganggap tugas yang paling mulia bagi negara kita adalah tugas sebagai seorang guru dan seorang pendidik. Jadi, sekian dulu dan seperti biasa ada Temu Anwar.
SESI TEMU ANWAR
SOALAN 1:
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Aidil Bin Selamat di SMK Gua Perahu Indah. Saya ingin tanyakan satu soalan. Melihat pada perjalanan panjang Dato’ Seri dalam arena politik dan kepimpinan, apakah satu nilai atau prinsip yang paling penting mahu Dato’ Seri pesan kepada anak muda, khususnya di Pematang Pauh untuk berjaya dunia dan akhirat?
Terima kasih Dato’ Seri.
JAWAPAN YAB PM:
Baik. Wah, hebat orang Sekolah Menengah Gua Perahu. Inilah kita nak anak-anak macam inilah, berani bangun tanya terus terang. Ingat senang nak tanya Perdana Menteri, you tengok dia berani, luar biasa. Nama apa sekali lagi? Aidil. Duk kampung mana? Taman Guar Perahu? Taman Guar Perahu itu saya yang bangunkan dulu. Baik, nanti satu masa saya balik situ. Kirim salam ibu bapa. Baik.
Saya bukanlah contoh terbaik. Ya, kalau kita dalam yang faham agama, tentulah contoh-contoh terbaik itu, “Laqad kana lakum fi rasulillahi uswatun hasanah”, iaitu contoh terbaik itu adalah Rasulullah SAW. Jadi, kita ini hanya pengikut-pengikut di belakang mendoakan, lakukan sebaiknya.
Tapi, apa yang saya belajar? Pertama, kena ikhlas. “Ikhlasul ‘amalillah”. Kena ikhlas! Bukan nak angkat seolah-olah saya paling pandai, saya paling berilmu, saya paling bijak, saya paling banyak. Tidak, kena ikhlas. Itu satu.
Kemudian kalau nak pimpin, dia kena ada ilmu. Ini ada orang umpamanya bercakap, “saya pejuang Melayu.” Hikayat dia tak baca, bahasa dia lembab. Tapi, slogan dia kuat. Tanpa ikhlas, kamu jerit satu hal, “saya nak bersihkan negara ini daripada rasuah.” Tengok harta dia puluh juta. Sebab itu, saya kata kena ikhlas dan sebab itu, dalam pendidikan ini kita kena ada ilmu, amal dan akhlak. Ini maknanya kalau nak tanya saya, nasihat saya, saya kata pertama, “Ikhlasul ‘amalillah”. Kena ikhlas.
Sebagai manusia, bagaimana kamu ikhlas? Kamu cakap soal keadilan. Bagaimana kamu hina kaum lain? Kamu hina kerana warna kulit. Kamu hina kerana mata dia. Bagaimana kamu boleh angkat nilai kemanusiaan ini? Sebab itu, ujian itu besar. Saya boleh terima, orang kritik, saya okey. Anwar, “kamu tak kerja kuat sangat. Kamu tak tolong lagi rakyat.” Saya tak apa, saya boleh tolong jawab. Tapi kalau dia hina, dia maki hamun, itu memang darjatnya rendahlah. Hari-hari kita dengar kalau dalam berita.
Jadi anak, biar ada jiwa ikhlas. Sebab itu, kita kena solat. Kerana solat itu apa dia? Tanha ‘anil-fahsha’i wal-munkar. Solat itu sebenarnya penahan kepada kejahatan dan kemungkaran. Itu kalau kita tahu makna solat ini. Tapi kalau solat ini jadi ritual, dia bukan benteng untuk menjaga diri kita. Sebab itu, saya kata ikhlas dan ada ilmu. Ini nak pimpin orang, nak bercakap dan isunya berbeda. Ekonomi. Kemudian tanpa ilmu kami beri maklumat yang palsu.
Saya beri contoh, ada orang kata, negeri lain dia kata, “Pulau Pinang ini oleh kerana Perdana Menteri dia Pulau Pinang, semua asyik beri Pulau Pinang, puluh-puluh bilion beri Pulau Pinang, negeri kami tak bagi.” Saya tanya ini fakta ke auta? Kalau faktanya, tentu Pulau Pinang dapat, tetapi ada negeri yang relatif miskin itu kita bantu. Kelantan umpamanya. Cukai kecil tapi peruntukan Kerajaan MADANI bertambah, sebab masalah banjir, masalah kemiskinan, kita harus bantu walaupun dia itu masuk kategori dikuasai oleh parti pembangkang. Tapi peruntukan saya tambah juga, sebab saya jaga rakyat negara ini. Dia terima kasih? Tak dia maki ada.
Ini saya katakan, kena ada kebijaksanaan. Jadi jawapannya apa? Pertama, ikhlas. Kedua, ilmu kena ada. Nak jadi pemimpin biar keputusan SPM cemerlang. Keputusan STPM cemerlang, masuk universiti tumpu dalam bidang pendidikan. Tapi dalam yang sama, dia kena ada akhlak yang baik. Jadi ada ilmu, ikhlas, ilmu dan akhlak yang baik dan dia prihatin.
Kalau tidak bagaimana saudara-saudara. Bayangkan dia nak jadi pemimpin Malaysia, tapi kalau jumpa kaum lain dia hina. Baik Cina, hina Melayu, Melayu hina India. Nak jadi pemimpin rakyat Malaysia macam mana? Ya, hari ini saya Perdana Menteri. Orang Melayu majoriti, jadi saya kena jaga kepentingan orang Melayu. Saya memang tegas pertahankan dan tingkatkan penguasaan Bahasa Melayu dan ekonomi orang-orang Melayu. Tetapi saya juga tahu orang India yang miskin ramai juga, yang di estet, yang di desa kita mesti bantu. Itu rakyat kita. Itu keluarga kita keluarga besar kita. Orang Cina, bukan semua Cina tauke. Dulu, walaupun kita di kampung Cina semua tauke, kita tahu bukan semua tauke, ada yang miskin. Apa rugi ke orang Melayu kalau kita tolong semua yang miskin? Tak rugi. Malah ini kalau kita boleh jadi contoh yang baik.
Jadi kalau tanya saya, persiapannya ilmu, persiapannya amal yang baik dan akhlak. Mudah-mudahan daripada Aidil, daripada Mengkuang, akan muncul sebagai seorang yang boleh mengisi tempat pemimpin masyarakat dan negara.
Terima kasih.
SOALAN 2:
Selamat sejahtera kepada Dato’ Seri, nama saya Aishara Ravi dari SMK Seberang Jaya dan saya merupakan pelajar Tingkatan 6. Saya ingin bertanya satu soalan sahaja.
Bolehkah Dato’ Seri berkongsi satu kenangan yang paling menarik atau tidak dapat dilupakan semasa zaman persekolahan dahulu?
JAWAPAN YAB PM:
Oh, zaman persekolahan. Ingat zaman dewasa, jumpa Azizah. Mana dia peristiwa yang tak mungkin saya lupa keseluruhannya? Itu kerana kali pertama menemui Azizah, mata bertentang mata, lidah kelu tidak terkata. Okey. Tapi soalan dia masa persekolahan.
Saya sekolah rendah di Cherok Tok Kun, Sekolah Rendah Cherok Tok Kun, kemudian Special Malay dan Darjah 6 di Stowell School, Bukit Mertajam. Kemudian, Tingkatan 1 sampai Tingkatan 6 atas, 7 tahun di Kolej Melayu Kuala Kangsar.
Banyak pengalaman yang dilalui, tetapi tentunya yang terkesan itu semasa kita agak dewasa sedikit, yang tak boleh saya lupakan, iaitu pengalaman dengan teman-teman di sekolah untuk kenal erti hidup, erti kepayahan hidup, erti perjuangan kita. Secara spesifik, itu saya tak boleh sebutlah, tapi itu umumnya. Kita terdedah dan matang dengan pendedahan itu. Dan tentunya dari umur belasan tahun sehingga puluhan tahun, kita agak… dia kata dalam proses kematangan. It is phases untuk lebih mature. Tapi saya ucap terima kasihlah.
SOALAN 3:
Assalamualaikum, nama saya Muhammad Sulaiman bin Husein daripada Sekolah Menengah Kebangsaan Seberang Jaya. Saya ingin bertanya satu soalan.
Dato’ Seri, apakah cabaran utama Malaysia dalam menguasai teknologi AI? Dan sejauh mana kita bersedia untuk melahirkan tenaga kerja muda dalam bidang ini? Terima kasih.
JAWAPAN YAB PM:
Pandai soalan ini. Sulaiman dari Seberang Jaya. Saya tengok-tengok anak-anak. Tingkatan berapa? (Muhammad Sulaiman: Lima) Tengok, Tingkatan 5 boleh tanya soalan yang serius mengenai AI. Wah hebat!
You see, AI ini, saya sebut tadi, meneroka disiplin ilmu yang baru. Jadi, apa kita bersedia, jawabnya memang persiapan yang cukup. Menteri Pendidikan boleh tambah sedikit sekejap lagi tentang persiapan yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan. Kita tak boleh tunggu. Saya pernah jadi menteri, saya tahu ada subjek AI itu diajar di universiti, tapi tidak ada pengkhususan. Saya masa itu ada lawatan rasmi ke UAE, Emirates, Universiti AI di Abu Dhabi. Saya minta pergi ke universiti itu, saya dengar taklimat, saya kata mengapa Malaysia belum?
Saya balik, terus saya arah penubuhan Fakulti AI. Tahun itu juga, Fakulti AI pertama di UTM, sekarang ini di UKM, UM dan USM, semua universiti ada. Kerana disiplin baharu ini memerlukan pensyarah yang juga terlatih dalam bidang baharu.
Mengapa kita perlukan AI? Kerana ia disiplin ilmu yang baharu dan kalau kita ketinggalan, negara tidak akan maju, umpamanya Malaysia dulu pertanian, kemudian getah, kemudian bijih timah, kemudian industri, kilang-kilang penuh di Seberang Jaya, di Bayan Baru semua. Tapi kita lihat ada pada now, data center, IT, AI dan investment kita, alhamdulillah, negara ini politiknya stabil, dasarnya jelas, pelaburan daripada syarikat-syarikat AI ini besar sekali. Semikonduktor di Hi-Tech Kulim itu di antara yang pelaburan terbesar, dia dari Jerman, dipanggil Infineon, RM25 bilion masuk.
Cabarannya apa? Apakah kita ada jurutera yang cukup terlatih, pakar AI yang cukup terlatih, pakar IT cukup terlatih dan semiconductor high-end? Maka saya minta dia sinergi dengan USM, segera. Nvidia, syarikat AI yang mungkin terpenting, terkemuka di dunia, di Johor, yang boleh bikin cip yang jadi cabaran. Saya panggil pengurus utamanya, tanya. Oh, dia kata ini dan latihannya lain, universiti tak cukup lagi, kena ambil, pastikan ada peningkatan. Jadi, itu peringkat universiti.
Jadi, saya… jawapannya, kita ambil langkah-langkah yang perlu. Kalau tak cukup dengan tenaga kita di universiti sekarang, kita pinjamkan daripada industri untuk mendapatkan sinergi di antara industri dan universiti supaya anak-anak kita lebih terlatih. Di bidang pendidikan, biar Fadhlina jelaskan sedikit apa AI di dunia pendidikan, khususnya sekolah.
SOALAN 4:
Good afternoon Dato’ Seri. Nama saya Tanisha Betia Viraya. Saya pelajar Form 6 daripada SMK Seberang Jaya. So, one of my questions is I am very interested in politics. I wanted to be a politician when I grew up. So, and I also know there are a few people not… there are people, students over here that are also interested in the political field.
So, I want to know is there any advice for this kind of students who are interested in this field? And also, what is one of the main challenges when you are in the political field? That’s all.
JAWAPAN YAB PM:
Thank you. You know, politics can be an art of governance, but politics can also be toxic. So, the challenge is naturally to have people with strong values and dedication. Why do you want to enter politics? You going to serve your people. You serve your people with integrity. You have to greet the country of excesses, of corruption, of abuse of power. This country has been a great country, relatively peaceful. But we are also marked by serious scandals, shameful.
First, we had this… a number of earlier scandals, then the 1MDB known throughout the world. Malaysia is inflicted by a very strange, serious disease of endemic corruption. Now we are talking about Tabung Haji, an institution to protect Muslim pilgrims, but due to abuse and corruption, we lost, the country lost RM12.5 billion. We are looking at FELDA now. We lost RM10 billion, and we find many politicians trying to defend that.
How do you imagine, how do you then inculcate to the young? Values of scholarship, love for learning and knowledge, and values of integrity, rejection of corruption and abuse of power.
When we have politicians defending the corrupt and exercising and showing so much sympathy the actions of the corrupt few, it is mind boggling. It is to me totally unacceptable. And then. We have politicians. Defending. The corrupt and exercising and showing so much sympathy. The actions of the corrupt few. It is mind-boggling. It is to me, totally unacceptable.
Ya. Angguk, angguk, angguk, angguk, ya. Tapi, okeylah, saya rumuskan. Maknanya, kalau minat untuk politik itu ada baiknya, kerana kita faham, politik ini maknanya dasar pendidikan. Siapa yang tentukan? Tentu KPP, Kementerian Pendidikan, tapi yang menentukan akhirnya, Menteri Pendidikan dan nantinya Jemaah Menteri.
Keputusan untuk menghapuskan Akta Universiti, ini anak-anak yang prauniversiti Tingkatan 6, tahun depan ke universiti. Tahun 1974, Kerajaan mengenakan sekatan kebebasan mahasiswa tapi saya katakan ini anak-anak 9-18 tahun, dia boleh mengundi kenapa nak sekat dia. Biar dia bincang, apakah dia akan bagi pandangan yang benar semua? Tidak. Ada mungkin salah tapi kita bincang, kita didik dia dengan kasih sayang. Ini anak-anak kita. Apa anak-anak kita tak ada silap? Ada. Apa kita tak ada silap. Ada. Kalau dia pukul orang, dia curi wang orang, itu ada undang-undang. Tapi kalau dia bagi pandangan, dengarlah.
Jadi sebab itu, mengapa saya hapuskan Akta Universiti yang berkuatkuasa pagi tadi, untuk memberikan ruang kepada anak-anak untuk berbicara secara bebas. Kerana saya tidak mahu mengongkong kerana saya nak didik anak-anak dengan daya cipta dan kreativiti, dengan penilaian dan pandangan kritis, sebab kalau tidak, dia memperbodohkan rakyat.
Kita lihat orang politik bercakap semberono, jahil, tak ada ilmu. Cakap pasal ekonomi, pasal politik ikut saja, ikut sentimen orang. Pimpinan politik harus mendidik berdasarkan fakta dan ilmu, bukan berdasarkan sentiment. Pergi ke orang Melayu, hasut orang Melayu benci India, pergi ke orang India, hasut orang India benci Cina. Takkan ke mana? Jadi harus ada apa yang istilah kita sebut selalu a courage of conviction ada ketegasan, keberanian dengan keyakinan.
Jadi kalau tanya pendapat saya itu baik, saya perlu orang-orang yang pintar, orang yang cerdik, orang yang ada hati nurani, ada jiwa untuk berkhidmat dengan Ikhlas, dengan ilmu untuk membela nasib rakyat. Dan kita perlukan lebih ramai begitu, kerana kalau kita tinggalkan, yang akan menguasai politik ialah golongan yang berkepentingan dan corrupt. Yang orang baik tak mahu, jadi orang lain masuk. Dan dia mungkin ada kepintaran hujah, tapi tak semestinya ada keikhlasan dan membanteras rasuah.
Saya tak katakan bahawa saya tidak ada musuh politik dan orang yang menyerang, menyerang saya. Saya ambil tindakan tegas terhadap salah guna kuasa dan rasuah itu. Ramai yang menyerang saya, oh ini dendam saya tak tahu apa yang dendam? Bukan saya yang putuskan, yang siasat itu SPRM, Polis Diraja Malaysia. Yang putuskan nak dakwa atau tidak, bukan saya, Jabatan Peguam Negara. Yang nak hukum, itu hakim. Perdana Menteri tidak ada kuasa nak hukum orang, ah ini… tetapi Perdana Menteri ada kuasa menetapkan institusi berjalan ikut apa… Kalau tidak, orang rasuah tutup kes. 1MDB tutup. Tabung Haji tutup. FELDA tutup. Apa nak jadi pada negara ini?
Anak-anak kena tahu, 10 bilion yang rugi ini, cuba bayangkan kalau kita bagi kepada sekolah-sekolah di Bukit Mertajam? Biasiswa anak-anak, yang makan pun kadang-kadang susah. Semalam saya dialog semasa…dua malam sudah, bincang di Universiti Malaya. Ada anak-anak itu kata ‘kami makan pun makan Maggi’. Saudara ingat saya tak terasa? Saya rasa!
Anak-anak ini patut diberi, tapi wang bilion-bilion yang disakau oleh orang. Wang itu hak rakyat. Saya nak jimat, bukan untuk saya. Saya, alhamdulillah, bukan saya nak cerita, oh, Anwar tak ambil gaji. Saya tak ambil gaji, betul, Perdana Menteri pertama dalam sejarah tidak ambil gaji sebagai Perdana Menteri. Tapi, saya bukan miskin. Kereta, kerajaan sediakan. Kapal terbang, kerajaan sediakan. Elaun makan, kerajaan sediakan. Jadi, gaji tak payah ambillah. Guna gaji itu tolong rakyat. Jadi, bukan makna yang miskin, tapi saya nak tunjukkan kepada semua bahawa tidak semua orang nak jadi pemimpin itu nak kaya.
So, that’s my advice, my dear child. It’s an honourable profession if you make it honourable. It’s a dirty, corrupt profession if you tend to be influenced by those who are blatantly with corrupt. So, my advice is, please do. If you are talking about your society, your community, your nation, make sure that you enter politics and work because you love this country. And you believe in the future of this country. Terima kasih.
SOALAN 5:
Assalamualaikum. Nama saya Airu Zuraikah binti Ahmad Ismail. Saya daripada Sekolah Menengah Kebangsaan Permatang Pasir. Saya ingin bertanya kepada Dato’ Seri, pada zaman sekarang ini, isu buli sama ada daripada segi fizikal ataupun siber masih menghantui institusi pendidikan kita dan meninggalkan trauma yang mendalam kepada mangsa.
Soalan saya, apakah mekanisme yang diambil oleh Kerajaan untuk memastikan sekolah dan asrama menjadi zon selamat dan sifar buli? Terima kasih.
JAWAPAN YAB PM:
(Haa Menteri jawab)
PENUTUP
Baik, saya tanya pengarah sebab kita dah datang ke IPG ini, takkanlah tak ada saguhati sikit. Jadi, okeylah. Dia tak minta pun, saya yang tanya. Baik, jadi tak apa, itu untuk segera, ICU nanti tengok, ada RM200,000 untuk menyelenggara apa-apa yang perlu. Okey.
Wakil IPG:
Assalamualaikum, Salam Sejahtera, Salam Malaysia MADANI.
Yang Amat Berhormat Dato’ Seri,
Terlebih dahulu, terima kasih atas peruntukan yang diberi, kami akan gunakan dengan sebaik mungkin. Sedikit saya nak berkongsi dengan Dato’ Seri dan juga hadirin sekalian. Dato’ Seri ada bercerita berkaitan dengan nostalgia beliau dan Dato’ Seri adalah orang yang menubuhkan IPG Kampus Tuanku Bainun, bermula daripada Maktab Perguruan Bukit Mertajam, ditukar kepada nama Maktab Perguruan Tuanku Bainun, akhirnya menjadi IPG Kampus Tuanku Bainun.
Dengan rasa bangga, saya adalah salah seorang daripada orang pertama yang naik ke pentas untuk menerima sijil Perguruan Khas daripada Dato’ Seri pada tahun 1995. Saya adalah pelajar pertama di IPG ini yang bermula dengan Maktab Perguruan Bukit Mertajam. Sekian, terima kasih.
YAB PM:
Okey, terima kasih banyak cikgu. Tahun 1995. 1995, ada yang belum lahir lagi kan? Yang belum lahir lagi, okey. Tapi bapak dah kahwin dah waktu tu. Baik. Terima kasih cikgu, dan terima kasih anak-anak dikasihi sekalian.
Jangan lupa ya, rajin belajar, jaga disiplin, timba ilmu, jaga akhlak, balik tu sampaikan salam kepada ibu bapa, cium tangan mereka. Itu pendidikan. Ini kadang-kadang ada, “Ya, balik,” jumpa ibu bapa pun tidak. Tak gunalah anak-anak ini. Boleh janji? Boleh?
Jadi, suddenly there is a change. Balik-balik, cium ibu bapa, tunjuk kasih sayang kepada mereka. Masuk kelas, cara hormat dan kasih kepada guru-guru kita. Sumbangan mereka, khidmat mereka, dan pensyarah mereka. Saya nak ini budaya kita yang asli. Dia tidak menyebabkan kita lemah, tapi dia menyebabkan kita ini nilai moral dan akhlaknya tinggi.
Balik hari ini, yang mana balik yang tidak di asrama balik ke rumah, tolong ingatkan. Sampai salam kepada ibu bapa daripada Pak Cik Anwar dan cium tangan mereka. Boleh? Boleh tak? Terima kasih.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
TEKS UCAPAN VERBATIM
YAB DATO’ SERI ANWAR BIN IBRAHIM
PERDANA MENTERI MALAYSIA
SEMPENA
MAJLIS PERASMIAN NATIONAL INNOVATION AND COMMERCIALISATION EXPO (NICE) 2026
27 OGOS 2026 | KHAMIS | 10.00 PAGI
KUALA LUMPUR CONVENTION CENTRE (KLCC)
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh dan Salam Sejahtera.
Alhamdulillah, nahmaduhu wa nussalli ala rasulihil karim.
Rakan-rakan Menteri, Steven Sim, Datuk Mustapha Sakmud, Timbalan Menteri, Pengerusi Mranti, KSU dan rakan-rakan yang dimuliakan.
- Sekali lagi kita menyaksikan satu peningkatan ikhtiar yang diselenggara oleh MOSTI, untuk mengangkat keupayaan daya cipta atau inovasi dan memastikan apa yang kita hasilkan itu dapat didagangkan dan dipasarkan secara berkesan.
- Jadi, dalam NICE 2025 dulu, kita telah mengusulkan supaya ada peningkatan sinergi di antara badan-badan penyelidikan dan inovasi Kerajaan dengan universiti. Dan dalam Akademi Sains Negara, dalam Mesyuarat Majlis Sains Negara, kita telah menekankan keperluan untuk memastikan hasil penyelidikan universiti dan institusi Kerajaan itu diselaraskan supaya dapat kita manfaatkan kekuatan masing-masing.
- Saya ucap terima kasih kerana ini nampak meningkat, sepertimana yang dicita-citakan, dilaksanakan dengan lebih berkesan.
- Kini sampai ke tahap yang kedua, iaitu sinergi dengan syarikat-syarikat swasta, bermula dengan GLICs, syarikat-syarikat milik Kerajaan. Dia tidak boleh bekerja secara berasingan, kerana kerjasama ini akan memperkuatkan keupayaan kita, dan selepas itu sinergi dengan syarikat swasta.
- Banyak syarikat-syarikat swasta Malaysia yang menunjukkan keupayaan mereka dalam bidang penyelidikan yang kadang-kadang mengatasi keupayaan beberapa agensi tertentu. Kita manfaatkan kegiatan itu. Dan saya telah mengusulkan, supaya syarikat swasta juga menumpukan perhatian dalam penyelidikan dan dalam usaha daya cipta.
- Seperti saudara tahu, dalam kerangka MADANI ini, Daya Cipta salah satu tonggak yang penting, dan tonggak itu kita harus laksanakan melalui program-program yang lebih berkesan.
- Yang kedua, yang kita tekankan ialah memastikan tahap minat sains, matematik dan teknologi itu tersebar luas. Ada kelainan dalam negara MADANI ini. Setiap keupayaan di peringkat elit dan penyelidik mesti disampaikan kepada masyarakat dan khalayak yang lebih ramai.
- Jadi, saya usulkan beberapa tahun yang lalu supaya MOSTI mengambil langkah ikhtiar atau inisiatif baru, memastikan kekuatan saintis itu dikumpul, disenaraikan dalam bidang masing-masing, dan minta mereka terjun ke bawah. Indonesia kalau disebut dia kata “turba” – turun ke bawah. Jadi dia turun ke bawah, ke lapangan, ke sekolah, ke institut pendidikan, ke institut pendidikan guru, ke kolej vokasional, politeknik dan universiti. Dia turun dan menyampaikan kerana kemahiran dan kekuatan penyelidikan, keupayaan ilmu yang dipunyai, dikuasai oleh sebahagian daripada penyelidik dan penggerak dalam bidang sains, teknologi di dalam agensi Kerajaan dan GLICs dan swasta itu agak tinggi.
- Jadi, kalau bayangkan seorang pakar dalam bidang biotek turun ke sekolah menengah di Gua Musang, diberikan penjelasan oleh gurunya, ini seorang yang asal dari kampung dan kini menjadi seorang pakar sains yang terkemuka, nak menyampaikan pandangan. Dengan setingginya dia jadi tarikan, itu lebih berkesan daripada pendekatan biasa melalui teori-teori.
- Jadi saya bangga kerana MOSTI, Saudara Chang Lih Kang dan kementerian khususnya, menyambut baik usaha yang sedemikian dan saya dapat makluman tentang lebih 8,000 yang berdaftar dan saya tak tahu berapa ratus sekolah yang dia dah sampai, dan saya nak tekankan ini yang kelainan dalam negara MADANI. Bila kita tengok ada syarikat berjaya kita minta dia pilih sekolah angkat. Maknanya, dia turun terus membantu dan ada rundingan, perbincangan dengan pihak sekolah.
- Jadi kalau ada bank yang terkemuka, syarikat terkemuka yang berdekatan dengan daerah itu, dia turun. Kemudian, di kalangan pegawai-pegawai tinggi, kita ada kampung angkat, kalau tidak, kita hanya di Putrajaya dan di Kuala Lumpur, teori tentang pembangunan, teori tentang kemiskinan, teori pembangunan desa, kemiskinan bandar, tapi tak pernah terjun ke lapangan.
- Jadi sebab itu, di negara kita ini, 10,000 usaha sedemikian dari pengurusan Kerajaan dan swasta, dari pakar-pakar sains, dari Ketua Pengarah dan KSU turun ke kampung dan cuba membangunkan dalam beberapa rangka, kerangka pembangunan MADANI.
- Jadi antara yang kita beri tumpuan ialah kalangan yang punya kemahiran sains dan teknologi dan inovasi untuk turun ke lapangan. Sambutan yang baik, membanggakan kerana ada bidang-bidang baharu umpamanya. Mengapa soal AI itu menjadi milik kelompok kecil? Mengapa tak boleh kita dedahkan kepada khalayak? Mengapa soal technology quantum yang sekarang menjadi fokus itu tidak disampaikan dengan bahasa yang mudah kepada anak-anak sekolah dan universiti? Apakah kita tidak ada keupayaan? Kalau kita nak tunggu sistem dan kurikulum sekolah dan univerisiti berubah tentunya mengambil masa.
- Semalam kita ada Forum Ilmuan Malaysia di Dewan Tunku Canselor Universiti Malaya, dan kita bahaskan isu keperluan mewujudkan satu kerangka reform pendidikan yang menyeluruh, yang pantas sepertimana saya pernah ungkapkan dalam Post Normal Time, negara pasca moden ini, dia tidak boleh ikut kerangka lama, macam teori Rostow, “The Stages of Growth”, dia tak boleh lagi dah, dia kena melangkau cepat. Lih Kang ini dia bidang sains, jadi saya bawa ini teori sosiologi, “Stages of Growth.”
- Tapi kita ini, maknanya kita kena tahap kecepatan, kepantasan dalam dunia pasca normal ini, dia mesti melangkau. Kalau kita tunggu semua baru nak perkenalkan komputer, orang dah AI dah, dah quantum computing. Ini tak boleh. Universiti sekarang menyambutnya sangat baik, umpamanya bila kita usulkan jabatan, apa namanya, fakulti AI, segera dilaksanakan. Kalau ikut pendekatan lama, penubuhan satu fakulti itu dia mengikut kaedah dia, mesti merujuk kepada cadangan atau proposal, kemudian bawa kepada jabatan, kemudian bawa kepada Senat, kemudian bawa kepada Majlis. Dan sebelum itu, Board of Studies, kemudian kepada Kementerian Pendidikan Tinggi. Ha, dia dah satu tahunlah jawabnya.
- Tetapi bila kita beri penekanan ini, saya lihat beberapa fakulti AI itu diwujudkan dalam masa tiga bulan. Maknanya, kita ada keupayaan dan ini satu kemestian, satu keperluan mengikut tuntutan masa. Saya tekankan ini, terutama dalam dunia inovasi dan commercialisation, mana boleh kita ikut birokrasi lama? Tidak mungkin. Dan sebab itu saya nak gesa rakan-rakan, terutama di MOSTI, kerana MOSTI ini satu kementerian yang penting dari sudut hala tuju baharu, dari sudut pemikiran dan meneroka alam pemikiran dan kaedah baharu. Dia tak boleh meneroka kalau dia ikut macam nak tebas hutan belantara zaman lalu. Jadi sebab itu, saya mengesa rakan-rakan supaya menerima kenyataan pencapaian kita, alhamdulillah, setakat ini, tetapi berusaha lagi.
- Dan ini akan dapat mengurangkan beban Kerajaan dari sudut penyelidikan. Dana untuk penyelidikan tentu ditambah. Bulan depan, dalam awal Oktober, kita akan luncurkan Belanjawan Negara dan tentunya dalam kedudukan kapasiti saya, semua jabatan, semua unit, semua desa dan bandar dan negeri dan wilayah menuntut peruntukan tambahan dan peruntukan tambahan itu ada had dia, kerana kita tidak boleh hutang tinggi. Kita tidak boleh mengharapkan dana dari langit, dia dana dari cukai dan kita tak upaya nak tingkatkan cukai.
- Jadi oleh itu, kita kena harus lebih berhati-hati dalam perbelanjaan. Sebab itu, rakan-rakan jemaah menteri, KSU, KP adakan pertemuan untuk melihat selalu dalam kerangka makro. Semua pimpinan ini harus tahu apa dia kekangan. Apa keupayaan kita? Tetapi kita memanfaatkan dengan sebaiknya apa yang ada. Sebab itu, saya kata sinergi di antara badan Kerajaan, universiti, GLICs, syarikat-syarikat swasta harus wujud supaya lebih cekap dan pantas.
- Kita dari segi pelaburan, membanggakan, alhamdulillah dan mencatat pertumbuhan 6%, sangat baik. Saya ramai yang tanya, dia kata, “Anwar, dah catat 6% pertumbuhan, ini sepatutnya hasil lebih tinggi dan belanja boleh lebih banyak.” Tapi itu tak betul, itu memang poor economics. Pertumbuhan tinggi dalam bidang AI, data center digital ini, dia tidak memberikan hasil pendapatan negara, dia berikan ruang dari segi pembangunan, peluang pekerjaan, peningkatan keupayaan dan teknologi. Jadi, hasilnya ke situ. Dia tidak umpamanya buka kilang, ataupun hasil pertanian di mana hasilnya pulangan kepada negara. Jadi, hasil itu tidak setimpal dengan peningkatan pertumbuhan.
- Ini saya kena terangkan sebab macam Lih Kang, Menteri Sains ini dia fokus sains, dia tak fokus macroeconomics. You need to understand our limitations. Does it mean necessarily that we have to reduce the allocations for research and science? No, but what I do suggest is that we fully utilize our capacity and make sure that the synergy between the research centres, the universities, the GLICs and the private sector is further enhanced to ensure a more effective manner of disbursing funds.
- Kita juga telah menekankan tentang permasalahan graduates in science and engineering, sangat kurang sekarang, kita harus tingkatkan. Tetapi, seperti yang kita tahu juga, harus ada sinergi di antara universiti dengan pihak industri. Ini soal falsafah pendidikan yang berat. Kita, yang ini dibahaskan, saya lihat di beberapa negara, termasuk di Eropah, Amerika dan baru-baru ini negara China sendiri. Iaitu, fokus tentang pembangunan, tetapi selalu menekankan tentang shared prosperity.
- Jadi jangan lupa tentang permasalahan dan kepentingan rakyat. Kalau kita dalam negara MADANI, selalu saya mengungkapkan tentang sains ini dan teknologi itu seolah-olah berusaha langkah “menggapai yang di langit”. Ilmu baharu, sains, teknologi, moden dan AI, seolah-olah hal yang baru. Jadi kita “menggapai yang di langit”. Tapi jangan lupa, kita ini anak Malaysia, kita ini manusia, kita ini hidup dengan nilai. Maka, sementara kita menggapainya di langit, kita harus “mengakar ke bumi”.
- Jadi, bagaimana kita boleh usahakan untuk memiliki sains, teknologi dan inovasi di samping itu, kita tetap pertahankan nilai, budaya dan kemanusiaan kita. Tetapi, untuk itu semua kita harus meningkatkan usaha kita dalam bidang research and innovation, dan sepertimana yang ditegaskan di kementerian ini dan dalam RMK (Rancangan Malaysia) kita katakan kita bukan sahaja “made in Malaysia” tapi juga “made by Malaysia”. Jadi kita harus usahakan, supaya hasil kita dapat dikeluarkan dengan lebih berkesan.
- Ini kebijaksanaan kita untuk menjalin jaringan kerjasama dengan banyak negara, dengan barat dan timur dan supaya negara Malaysia ini kekal sebagai negara dagang, tumpu dalam bidang industri termasuk tinggi, tetapi mampu bukan sekadar menghasilkan tetapi mengeksport.
- Saya sepertimana juga Saudara Lih Kang sebentar tadi, mengucapkan tahniah kepada penerima anugerah Malaysia Commercialization Year 2025, penerima pengiktirafan MySTI serta semua pihak yang terlibat dalam mengadakan Memorandum Persefahaman dan MOA perjanjian yang akan dikendali sebentar lagi.
- Jadi, saya harap saudara menteri dan rakan-rakan di kementerian tumpu supaya selain daripada penghasilan innovation ialah misi kepasaran, “Malaysia to market”, supaya manfaat rakyat itu dapat benar-benar dirasai.
- Sekali lagi saya ucap terima kasih kepada semua yang membantu menyelenggarakan dan menjayakan National Innovation and Commercialization Expo Nice 2026.
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
TEKS UCAPAN VERBATIM
YAB DATO’ SERI ANWAR BIN IBRAHIM
PERDANA MENTERI
SEMPENA
MAJLIS PELUNCURAN SAMBUTAN ULANG TAHUN KE-80 TELEKOM MALAYSIA
26 OGOS 2026 | RABU | 3.30 PETANG
DEWAN TUN CANSELOR, UNIVERSITI MULTIMEDIA CYBERJAYA
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh dan Salam Sejahtera.
Alhamdulillah,
Nahmaduhu wa nusalli wa nusallimu ‘ala Rasulihil-Karim,
Wa ‘ala alihi wa sahbihi ajma’in.
Yang Amat Berhormat Dato’ Seri Amirudin bin Shari,
Dato’ Menteri Besar Selangor;
Yang Berhormat Dato’ Seri Ahmad Fahmi bin Mohamed Fadzil,
Menteri Komunikasi;
Yang Berbahagia Ketua Setiausaha Negara;
Rakan-rakan Yang Berhormat Timbalan Menteri;
Yang Berbahagia Dato’ Zainal Abidin bin Putih,
Pengerusi TM;
Lembaga serta pengurusan Telekom Malaysia;
Rakan-rakan dan anak-anak yang dikasihi sekalian.
- Kita bersyukur ke hadrat Allah SWT, kerana kesempatan yang permai ini, kita sambut 8 dasawarsa Telekom Malaysia. Sejarah yang diikuti, mengikuti liku-liku pra-kemerdekaan sehingga tertegak Malaysia yang gagah dengan kekuatan digital, teknologi moden dan Artificial Intelligence.
- Saya tentunya terkesan dengan tayangan video, kerana ia menunjukkan bahawa kejayaan kita itu tidak pernah kita alpa, dengan sumbangan semua peringkat. Pengurusan yang cekap, tatakelola yang baik, dasar yang jelas, pekerja dan profesional dalam pengurusan mereka dan juga kegigihan pekerja di peringkat akar umbi.
- Kita juga sedang persiapkan untuk menyambut Hari Kemerdekaan Malaysia dan berikutnya Hari Malaysia. Hari Kemerdekaan 31 Ogos dan Hari Malaysia 16 September. Kita doakan ke hadrat Allah SWT mudah-mudahan jerebu lebih terkawal supaya sambutan boleh di padang.
- Tetapi dalam konteks Jabatan Telekom dan kini TM, kita tidak boleh melupakan sepertimana saya tegaskan, sumbangan lama, lampau. Dia diasaskan jabatan awal ini, zaman penjajah, juga connectivity, tetapi terbatas kepada keperluan penjajah dan penjawat awam di peringkat itu. Tidak difikirkan suatu jajaran yang merentas setiap desa, belantara dan rumah. Dasar penjajah itu sekadar menjadi, mengadakan kemudahan sebagai pemangkin pertumbuhan dan kemudahan pemerintah, tidak semestinya keselesaan rakyat.
- Keadaan berubah, jadi di bawah kepimpinan Almarhum Tunku Abdul Rahman Putra Al-Haj, kita saksikan satu era baru, iaitu menjadikan tanah Melayu tanah yang merdeka dan memberi keselesaan kepada rakyat, tetapi tanggungjawab ini dipikul oleh semua.
- Jabatan yang dulunya itu diasaskan hanya untuk memenuhi kelompok kecil, mereka yang di kota, kemudahan-kemudahan asas, berkembang untuk memenuhi keperluan rakyat. Rakyat di negara merdeka menuntut sesuatu yang lebih menjamin keselesaan.
- Kerana apa erti kemerdekaan? Kemerdekaan itu bukan sekadar mengganti pegawai-pegawai penjajah Inggeris dengan pegawai-pegawai penjajah Melayu dan tanah Melayu. Dia juga menuntut perubahan. Harta milik rakyat dan negara, tidak boleh terus dipunggah untuk memperkayakan negara asing penjajah. Harta itu dijanjikan untuk memberi keselesaan dan faedah kepada rakyat.
- Jadi, inilah titik tolak satu perubahan, asakan dari rakyat yang mahu melihat kemudahan yang lebih baik kepada semua. Tentu dalam keadaan begitu kita tidak terlepas daripada persaingan, perbedaan pandangan dan beberapa keterlanjuran. Sebab itu, generasi kini harus punyai tekad memperbaiki. Keadaan menuntut perubahan.
- Lihat sahaja sejarah Telekom Malaysia, dan kini hal-hal yang tidak terduga, tidak terjangkau dalam alam pemikiran kita ketika itu, sudah menjadi beban dan tanggungjawab TM. Jadi, pihak pengurusan harus sedar bahawa Telekom Malaysia bukan lagi sekadar mewarisi Jabatan Telekom, tetapi memenuhi tanggungjawab yang sangat besar.
- Kalau negara ini mahu kekal dan tambah maju, berdaulat, merdeka dan berhasil, ia mesti melangkah seperti era baru. Era baru yang tidak terfikir dan terduga sebelumnya. Ini bermakna anak-anak kita harus dilatih. Ada pendedahan baru, ada exposure baru pada dunia dan disiplin baru. Hal-hal yang diterokai, yang saya tekankan seolah-olah ”menggapai di langit” kerana hal-hal yang sukar pada peringkat awalnya.
- Saya bangga dan hari ini saya nak ucapkan setinggi-tinggi penghargaan kepada Telekom Malaysia kerana bukan sekadar menjadi pengikut dalam arus ini, tetapi telah membantu Kerajaan dan negara untuk mengangkat martabat kita dengan teknologi moden.
- Saya masih ingat tahun 90-an, semasa saya menjadi Menteri Kewangan, tentunya saya kenal dengan Allahyarham Tan Sri Dr. Mohd Rashdan Baba yang pernah menjadi Naib Canselor beberapa universiti sebelum itu. Dan bila kita ambil keputusan untuk menswastakan Jabatan Telekom, kita kena menetapkan kaedah penswastaan, dan biasanya penswastaan itu menjurus kepada kecekapan, setuju. Keuntungan, setuju. Dan faedah dan peluang kepada syarikat baru, saya setuju.
- Tetapi kalau itu sahaja menjadi asas pemikiran kita dalam usaha menswastakan syarikat-syarikat kerajaan ataupun jabatan-jabatan, ia sekadar satu peralihan yang kita saksikan di banyak negara-negara Barat. Maka, saya sangat terkesan dengan perbincangan, beberapa perbincangan dengan pengerusi pada ketika itu, Tan Sri Rashdan Baba kerana dia dapat menghayati semangat baru ini. Dan pada masa itu, dengan persetujuan Perdana Menteri, Tun Dr Mahathir Mohamad kita telah memutuskan semua badan-badan utama negara, Petronas, TNB, Telekom mesti berikan contoh penswastaan yang agak berbeza.
- Fokus keuntungan, kecekapan tidak dipertikai, tapi yang pertama sekali kebajikan pekerja. Kebajikan dan faedah pekerja itu bukan sekadar pengurusan tertinggi. Apakah dengan penswastaan, dengan keuntungan yang jauh lebih tinggi itu, memberi pulangan dan habuan yang baik kepada golongan pekerja. Apakah perumahan pekerja dapat diperbaiki? Apakah upah dan gaji mereka itu lebih lumayan? Apakah nasib anak-anak mereka yang bekerja, anak-anak pekerja itu, sekolah mereka, kebajikan pelajar dan pendidikan tinggi?
- Bila saya ada beberapa siri perbincangan, saya ingin nyatakan bahawa saya hargai komitmen yang ditunjukkan oleh rakan-rakan di Telekom, kerana cuba sedaya upaya meletakkan asas penswastaan dengan lebih prihatin, lebih MADANI, tidak hanya sekadar membolot kekayaan, memperbaiki kedudukan golongan atasan dan meminggirkan golongan pekerja.
- Sebab itulah pekerja Telekom umumnya, telah mendapat pengiktirafan yang jauh lebih baik. Ini bezanya di Malaysia ini, dan ini yang kita katakan dalam negara MADANI. Kita mahu pertumbuhan itu lebih rancak, segar, pantas. Tapi kita mahu juga keselesaan rakyat itu dinikmati oleh semua. Dan ini sekali lagi saya tegaskan, Telekom dengan kejayaan sekarang yang amat membanggakan kita semua. Bukan sahaja di Malaysia, tapi di rantau ini Telekom Malaysia memang terkenal.
- Tapi kita mahu terkenal bukan sahaja kerana gergasi gedung besarnya, bukan sahaja kerana hasil dan catatan keuntungannya, atau teknologi baharunya, tetapi juga kerana ia melambangkan satu syarikat yang peka dan prihatin terhadap nasib golongan pekerja dan masyarakat persekitarannya.
- Pada ketika itu bila dibincangkan soal penubuhan universiti, pada peringkat awal, Tan Sri Rashdan anak Negeri Sembilan. Jadi dia cadangkan untuk wujudkan Multimedia Universiti ini di Negeri Sembilan, bukan Cyberjaya, bukan Melaka. Tetapi itulah saya kata, tatakelola itu penting. Runding, runding, runding dengan kerajaan negeri dia balik, saya ingat lagi ke rumah saya, dia kata, “I’m sorry”, idaman dia ialah membuat sesuatu untuk bangunkan Negeri Sembilan, khususnya di Kuala Pilah. Tetapi, keadaan dan senario politik, dan permasalahan dan tatakelola dan amalan sakau menyakau menyebabkan beliau rasa sangat sedih dan saya lihat betul-betul dia rasa sangat kecewa.
- Jadi saya katakan kepada dia, “ini negeri kita semuanya. Saya anak Pulau Pinang tapi di mana sahaja lubuk di Malaysia itu, itu juga kawasan saya dan saya percaya Tan Sri Rashdan boleh memikirkan hal yang sedemikian.” Maka ini sejarahnya saya nak teruskan, jangan kita pandang remeh tentang apa bila saya sebut tentang tatakelola, memperbaiki yang malap. Keputusan itu dibuat akhirnya di Melaka dan Cyberjaya, kerana keadaan dan hambatan yang berlaku pada ketika itu.
- Jadi maknanya Telekom ini kemudian berkembang sebagai syarikat yang boleh dan mampu mengendali universiti, dan universiti di antara universiti yang gagah dan bermutu ke arah satu pusat akademik cemerlang di negara kita. Sebab, ia dapat dikendali oleh Telekom. Saya tidak mengatakan bahawa Kementerian Pendidikan Tinggi tiada upaya, tetapi kalau kita lihat pengurusan dari Petronas ke TNB ke Telekom itu menunjukkan bahawa kemahiran ada di sini, kepakaran ada di sini, know-how ada di sini, manfaatkanlah supaya pihak pengurusan yang pintar dalam bidang dan disiplin masing-masing boleh melatih anak-anak bangsa kita.
- Sepertimana yang dihimbau sebelum ini, penerokaan ilmu, saya ungkapkannya seolah-olah “menggapai di langit”, itu satu ujian besar. Tetapi kerana terletaknya di rantau kita, di negeri kita, kampung halaman kita, ia lebih mengingatkan kita tentang keperluan untuk “mengakar ke bumi”.
- Jadi walaupun kita bicara pada hari ini tentang kecanggihan dan kepintaran baru dalam teknologi maklumat, kemudian digital, kemudian AI, saya sekali lagi bangga kerana Telekom Malaysia ikuti betul-betul dari era semikonduktor ke era digital. Dan bila kita, 3 tahun setengah yang lalu kita bicarakan soal transformasi digital, itu di antara yang cepat menyambut adalah TM dan juga universiti.
- Jadi, ini satu kebanggaan saya. Dan bila kita bicara soal multimedia dan kemudian AI, saya lebih bangga kerana yang cepat menyambutnya juga TM dan Universiti Multimedia. Kalau kita terus dengan tekad yang sedemikian, saudara kita bukan hanya bicara tentang keterangkuman atau inclusivity, tapi kita bicara tentang tuntutan zaman. Malaysia mesti berhasil, Malaysia mesti berjaya. Dan kita mampu berjaya. Syaratnya ada. Mana negara yang boleh terangkat martabat dan harakat dan darjatnya dengan keadaan mengekalkan situasi yang lama, lembab dan penuh dengan kebobrokan sistem, kemalasan. Tidak mungkin. Maka harus dipacu dengan lebih kukuh, lalu dipastikan tahap kemajuan itu lebih laju dan pantas dari biasa.
- Kita manusia dan Muslim umat Islami harus dinamik. Bulan kemerdekaan, kita baru sambut hari Maulud, keputeraan Nabi Muhammad SAW, semuanya itu menekankan apa? Kita sekarang dalam teori pengurusan di MMU ini dibicarakan tentang ‘Striving for Excellence’. Tapi saya belajar daripada pangkalnya dalam tradisi Islam itu, tidak hidup tanpa dinamisme, tidak hidup tanpa pembaharuan, tidak hidup tanpa ‘Itqan fil amal. dalam maksud rumusan hadis dari Muhammad SAW. Striving ke arah kecemerlangan, sentiasa ada tekad untuk menuju apa yang disebut perfection, dan ini yang harus ada bukan sahaja di universiti, tapi tentunya dari budaya Telekom itu sendiri.
- Jadi kita dengan sambutan ini saya percaya akan memberikan semangat dan dorongan kepada rakan-rakan di sini untuk melakukan sesuatu yang lebih daripada apa yang kita capai. Selalunya kita kalau ikut teori sains politik ini kata, ada budaya selesa – culture of contentment atau complacency. Itu kalau ikut teori Genggal Bright or Galbraith atau sebelumnya, 10 tahun sebelum dulu. Ini maksudnya ada budaya senang, selesa. Gedungnya hebat, catatan membanggakan, jadi negara boleh menjadi lemah malah hambar kalau budaya rasa selesa.
- Kadang-kadang ada agensi atau syarikat rugi 10 bilion, 12 bilion, tapi kita masih kata, okey, tak ada apa-apa. Biasa pak. Biasa apa? Biasa lingkup. Tak boleh begitu. Ini budaya ini, budaya yang akan menyebabkan kita bukan selesa, rugi. Jadi sebab itu, harus ada tekad, this culture of contentment – budaya selesa. Apa lagi selesa dengan tahap pencapaian, tidak seteruk selesa dan terus tolerant dengan kerosakan.
- Jadi sebab itu kepada anak-anak, saya anggap anak-anak faham keperluan kita menjadikan universiti ini sebagai universiti contoh, cemerlang yang baik dan Telekom Malaysia itu sendiri menjadi satu syarikat yang boleh dibanggakan sebagai syarikat yang dapat maju ke depan, sesuai dengan semangat telekomunikasi, connectivity dan artificial intelligence yang memerlukan lebih daripada sekadar memasang atau membetulkan tiang elektrik yang kita lihat tadi.
- Saya percaya saudara dapat bersama-sama, terutama bila TM ini dapat cepat menangkap. Kita bicara baru ini tentang quantum computing yang memerlukan juga suntikan dan pengalaman saudara. Kita tubuhkan umpamanya TM One Cyber Defence Centre (CYDEC), dan ini keperluan pertahanan negara dan TM ini diperlukan bukan saja sekadar merentasi generasi, tapi hampir merentasi zaman.
- Saudara lihat umpamanya 8 dekad atau 8 dasawarsa yang kita bicarakan itu, menunjukkan bagaimana perubahan itu dalam kadar yang perlahan: 46, 50, 60, 70, 80 dia kelihatan laju, 90, 2000, 2020-an sekarang sudah menjadi terlalu pantas. Kita, Malaysia ini negara hebat. Malaysia ini punyai potensi yang luar biasa. Maka manfaatkanlah dan jaga dan selamatkan dengan tekad bersama untuk mengangkat martabat, harakat, dan darjat.
Terima kasih.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
TEKS UCAPAN VERBATIM
YAB DATO’ SERI ANWAR BIN IBRAHIM
PERDANA MENTERI
SEMPENA
SESI PERTEMUAN DAN PENYAMPAIAN
SURAT SETUJU TERIMA (SST) KEPADA
KONTRAKTOR KECIL BUMIPUTERA
16 MEI 2026 (SABTU) | 3:00 PETANG
DEWAN SERBA GUNA,
KOMPLEKS PENDIDIKAN NEGERI PERAK
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dan Salam Sejahtera.
Alhamdulillahilladzi anzala ‘ala ‘abdihil kitab
walam yaj’al lahuu ‘iwajaa,
Wa usolli wa nussalli ala Rasulihil Karim,
Wa ala alihi wa sahbihi ajma’in.
Saudara Yang Amat Berhormat Dato’ Seri Saarani bin Mohamad,
Menteri Besar Perak;
Yang Berhormat Puan Fadhlina binti Sidek,
Menteri Pendidikan;
Yang Berhormat Timbalan Menteri Pendidikan;
YBhg. Ketua Pengarah Pendidikan;
YBhg. Ketua Pengarah Kerja Raya;
YBhg. Ketua Setiausaha Perbendaharaan (KSP);
YBhg. Ketua Setiausaha Perbendaharaan Setiausaha Kerajaan Negeri Perak (SUK); dan
Rakan-rakan yang saya muliakan.
- Alhamdulillah, pagi tadi kita umum beberapa projek yang terkait dengan pembinaan sekolah baru dan juga penambahan bilik darjah dan petang ini terus SST. Ini Kerajaan MADANI ini cekap. Dah itu, kalau lambat, kontraktor (nada berseloroh). Jadi saya ucap tahniah kepada kontraktor dan elok ada kesempatan ini saya jelaskan tentang pertemuan dengan kontraktor kecil Bumiputera ini.
- Pertama sekali nak sebut bahawa ada pandangan bahawa bila kita mohon semua kementerian kaji keutamaan mereka supaya dapat kurangkan perbelanjaan, dia menimbulkan sedikit persoalan dan keriuhan mengandaikan kita tidak memberikan tumpuan dalam bidang pendidikan dan kesihatan. Ini kadang-kadang dalam masyarakat kita ini terlalu cepat, pantas memberi komen sebelum mendapat maklumat.
- Saya bagi contoh, hari ini umpamanya, kita tahu dalam Ucapan Belanjawan 2026, ini sebelum keputusan dan sebelum krisis, saya umumkan projek untuk pendidikan ini, untuk Bumiputera G1 sehingga G4 itu, pengumuman pada Belanjawan 2026 ialah sebanyak RM2.4 bilion. Jadi, kalau ikut tafsiran orang ramai maknanya untuk penyelarasan dan pelaksanaan projek kontraktor kecil Bumiputera sepatutnya turunlah sebab kita kata jimatkan belanja. Jadi dari 4 bilion, turun. Tapi itu bukan faktanya.
- Faktanya ialah bahawa untuk pembinaan bilik darjah dan sekolah baru yang saya umumkan 4 bilion ini sekarang untuk dilaksanakan oleh kontraktor kecil Bumiputera sudah dinaikkan kepada RM4 bilion ringgit. Ya. Bila kita sebut agihan semula peruntukan, projek-projek keutamaan ini tidak dikurangkan. Tapi ada beberapa sudut di mana kita harus berikan pertimbangan kerana kita harus terima juga kenyataan.
- Benar, kita tidak mengalami krisis tenaga sepertimana sebuah negara ASEAN umpamanya terpaksa tutup 400 stesen minyak. Ada negara lain di Asia, Perdana Menteri dia sendiri maklum kepada saya dalam tempoh sebulan yang pertama, membatalkan lebih seribu penerbangan kerana jet fuel. Tadi kita dapat berita tentang permasalahan LPG yang krisis besar di India. Tapi kita syukur Alhamdulillah dengan pengurusan Petronas dan hubungan baik kita dengan peringkat antarabangsa, kebimbangan kita dua bulan yang lalu tentang minyak petrol, beres. Kebimbangan kita lebih besar dengan minyak diesel. Itu pun setakat ini mencukupi walaupun tidak mampu dieksport secara besaran.
- Hari itu bila ada berita-berita yang mengatakan kita eksport ke Filipina. Riuh-rendah kita dihentam. Padahal keperluan dalam negara cukup. Dan yang dibangkitkan mengenai kononnya eksport ke Filipina itu ialah processing di Pengerang dalam perjanjian dengan syarikat Vitol, lama sebelumnya yang maknanya dia proses… import dari luar, proses di Malaysia dan bawa ke Filipina.
- Sebab itu, dalam menguruskan kerja-kerja kita, harus ada maklumat yang tepat. Boleh tegur, boleh kritik, boleh bawa usul tapi tidak boleh fitnah, tidak boleh timbulkan kekeliruan masyarakat. Yang ini juga kita sebut tadi dalam pertemuan kita dengan guru-guru bahawa tugas mereka mendidik, memberi pencerahan, memberi latihan supaya memberi penilaian tentang apa yang hak, apa yang batil, apa yang maklumat benar, apa yang maklumat palsu. Bukan semua maklumat itu betul. Sebab itu saya selalu di Kementerian Pendidikan, saya sebut bila Sayyidina Ali bin Abi Talib r.a ditanya dengan pendidikan, dia kata mesti capai satu darjat yang tinggi, dia sebut ladzatul ma’rifah, maknanya sampai ada dapat mengecapi nikmat ilmu itu. Tujuan itu maknanya ke arah kebenaran. Ini soal pertimbangan akhlak.
- Sebab itu dalam pendidikan kita, saya sebut tadi umpamanya kita mengejar pembangunan, kita mengejar ilmu baru, teknologi baru, digital, AI. Kita tidak mahu ketinggalan. Kita bawa data centers dan investment dalam AI yang besar di antara ASEAN ini, yang paling besar datang ke sini. Tetapi saya kata, jangan kita lupa pada akar kita. Apa dia akar kita? Budaya kita, bahasa kita, jati diri kita sebagai satu bangsa dan juga soal keyakinan akidah, keyakinan agama kita yang dirumuskan sebagai pertimbangan akhlak. Kalau tidak, masyarakat kita pintar tapi tidak punya nilai dan akhlak. Beri sedikit pendidikan, ada ilmu tapi dihamburkan kata nista ataupun hamburkan pandangan permusuhan kaum, fakta tak betul.
- Bagaimana Malaysia boleh aman dan tenteram kalau masing-masing semua nak jadi jaguh? Jaguh kaum masih okey, jaguh kaum untuk membenci yang lain, kerja tak buat juga. Bila beri amanah, sakau juga. Bila minta, projek Bumiputera. Bila dapat, dia sapu termasuk dengan siapa pun boleh. Ini kontrak-kontrak Bumiputera. Faham yang saya maksudkan.
- Sebab tu dari segi dasar kita, walaupun saya tak banyak cakap soal ini. Saudara lihat seumpamanya, pelaksanaan kita G1, G4, bila saya dengar, ya ini kontraktor kecil. Kalau tidak ada dasar kerajaan jelas mendorong mereka, memberi bantuan kerjasama kepada mereka, mempermudahkan kerja mereka, mereka tidak boleh berkembang. Dan saya beritahu KP JKR ada, KSU dan juga KSP dan juga Kementerian Pendidikan. Bila projek ini kita beri SST, kita akan pantau pelaksanaannya. Syarikat-syarikat, kontraktor kecil yang prestasinya baik, saya akan pastikan dia dalam urutan penilaian kita, kita akan berikan kontrak yang lebih untuk mereka boleh berkembang. Itu janji saya. Sebab itu, setelah ada dialog dengan pegawai-pegawai, dengan kontraktor-kontraktor ini, ada beberapa pandangan mereka bagi, cadangkan. Sebelum itu, saya nak sebut di sini, kontraktor bukan sekadar nak beri laluan perniagaan kepada kontraktor. Ini projek terdesak kita.
- Saya umumkan, beberapa tahun ini, mesti mulakan pelajaran sekolah dan prasekolah di Kementerian Pendidikan. Sekolah, umur enam tahun masuk sekolah. Tentu pun bila saya… apa yang baru, ada debat semua yang dari kedai kopi sampai parlimen, semua pakar semua. Padahal kebanyakan negara, kebanyakan negara sudah pun mulakan pendidikan awal ini, kebanyakan negara. Saya tidak mahu Malaysia ketinggalan. Apalagi anak-anak di desa, anak Melayu di luar bandar. Ketinggalan dia. Ada yang mengatakan dia tidak bersedia. Tidak apalah, tidak bersedia tunggulah setahun. Tapi bagi ruang kepada yang bersedia, bagi ruang supaya mereka dapat bersaing. Berikan pendedahan. Anak-anak kecil sekarang, umur empat, lima tahun, tak sama macam saya umur lima, enam tahun dulu. Jadi sebab itu, peluang. Bila kita buat anjakan dan juga peralihan penekanan tentang sistem pendidikan ini dan saya terima kasih kepada Menteri Pendidikan mendorong perubahan ini. KP mana KP Pendidikan? Ada, nasib baik (nada berseloroh). Maka, mereka sambut dengan baik dan persiapkan semua.
- Guru, kita ambil hampir seribu. Hampir seribu yang baru kita ambil. Ini semua dalam belanja tambahan. Tetapi bagi saya, belanja, dana yang wajib kita cari, itu kita mesti cari. Tetapi tak boleh korbankan pendidikan anak-anak. Itu yang kita lakukan, Alhamdulillah. Kita jalankan.
- Jadi yang ditekankan untuk di sini, projek ini, bukan sahaja bidang pendidikan tapi juga klinik daif, kuarters guru, bilik darjah, jalan desa itu terangkum juga beberapa projek yang kita anggap bahawa kontrak terkecil ini. Jadi sebut harga dulu kita hadkan. Mula dulu RM300,000 naik RM500,000. Tapi kita dah bincang dengan pegawai-pegawai. Mereka kata boleh. Dia soalnya, peraturan dasar ini boleh ubah. Masalahnya kita kena selenggara dengan tatakelola yang baik. Mengapa kita hadkan dulu setengah juta? Kerana kita bimbang banyak tiris. Banyak rundingan ini. Rundingan awal. Dia tak bagi peluang. Orang yang cekap prestasinya, baik, lurus, ketinggalan kerana ada pakatan tertentu. Kalau tak terkecil tahu kan, saya faham. Mereka yang beritahu saya ini. Sekarang ini tak sebut lah. Baik.
- Jadi, saya nak jamin supaya yang berhak, yang layak, dia bagikan peluang. Bukan kerana dia ada kaitan dengan sesiapa. Bukan kerana dia janji dukung kumpulan sesuatu dua kumpulan. Kita nak kontraktor itu berjaya. Maka oleh itu kita naikkan sekarang, sebut harga dibenarkan sehingga RM1 juta. Makna peningkatan yang agak mendadak juga tapi ini memerlukan satu tekad yang lebih cekap. Dan sekarang ini tentulah ada kaitan dengan projek kecil pendidikan yang perlu ditingkatkan.
- Tadi saya sebut Fadhlina juga, tentang bilik guru. Guru ini bilik dia kata tak boleh, dia kata bilik murid tak aircond tak apa, bilik guru kena Kalau tidak, dia demam. Nanti, gurau sahaja, jangan marah. Kata ini Perdana Menteri perli kami pulak. Jangan, jangan, jangan. Saya bergurau-gurau. PM nak gurau, tak boleh… (nada berseloroh). Jadi, tapi munasabahlah kan? Dia masuk kelas, keluar bila dia tengah kaji, baca, buat pemeriksaan, bagilah keadaan lebih selesa. Sebab itu, diberikan tumpuan selenggara dan naik taraf bilik guru, naik dari RM100 juta, kita naikkan RM200 juta.
- Kemudian, kuarters guru. Kuarters ini bukan sahaja guru. Bila saya jadi… ambil alih jawatan ini, saya tumpu tentang kuarters penjawat awam. Guru, tentera, polis ada yang bangunan bilik polis, perumahan polis itu tahun sebelum perang atau sebelum merdeka, keadaan sangat daif. Dan saya bagi contoh, ini termasuk umpamanya bilik staf penjara Sungai Buloh. Tengok, mana nak cari? Saya duduk situ dia orang jaga, saya keluar saya ingat ini, staf yang jaga saya dulu ini. Rumah dia di mana? Pergi sana dia bagi tahu bumbung bocor, tandas setiap kali nak pakai kena angkat letak. Jadi kita luluskan dan itu sudah, dah lakukan. Macam Datuk Johan dia tak ada pengalaman, saya ada pengalaman di situ. Jadi kita lebih prihatin. Alhamdulillah. Ini sebagai contohnya, maknanya ini harus disegerakan. Cuba tengok mes tentera, kuarters tentera, ada yang sangat teruk. Tapi Alhamdulillah, sejak 3 tahun yang lalu ini, perumahan tentera itu tumpuan kita, menyelamatkan banyak bangun bangunan ini, memberikan hasil yang baik. Saya lihat umpamanya di TUDM Lumut umpamanya. Pergi dengan Dato’ Saarani. Dan mereka syukur, Alhamdulillah, bangga setelah tunggu beberapa puluh tahun, itu diperbaiki. Sebab itu untuk kuarters guru sahaja, saya katakan tadi naik taraf bilik guru. Kuarters guru kita naikkan daripada RM60 juta ke RM110 juta.
- Majlis hari ini melibatkan 131 surat setuju terima. Ini penekanannya bilik darjah tambahan. Kita luluskan, saya katakan dulu peruntukan RM400 juta bagi pembinaan 2,500 bilik darjah tambahan, bagi lebih 800 sekolah kerana peningkatan jumlah murid. Jadi bagi memastikan ruang bilik darjah bagi Darjah 1, kerajaan meluluskan tambahan peruntukan. Ini pun satu, mana KSU berikan? Mula-mula dia kata cukup, lepas itu dah duduk dua, tiga bulan dia kata minta RM100 juta lagi. Lepas itu duduk dua, tiga bulan, then RM200 juta lagi. Dia ingat dia macam dia pujuk mak dia dulu ini (nada berseloroh). Jadi saya nak marah, tak boleh. Kalau saya marah, selalu dia kata PM yang suruh dia tambah bilik darjahnya. Yalah… saya suruh bilik tambah bilik darjah, kamu buatlah unjuran yang betul. Dia kata unjuran dia betul setakat bulan Mac, bulan April dah tambah. Mana dia nak tahu siapa nak hantar sekolah bulan Mei? Okeylah. Balik-balik PMX juga salah.
- Jadi, saya umumkan bahawa Kerajaan meluluskan peruntukan tambahan daripada RM500 juta yang diumumkan sebelum ini kepada RM900 juta bagi tahun 2026 untuk 6,000 bilik darjah. Saya pernah jadi Menteri Pendidikan. Bila dia kata tak ada, dia kata Anwar, kita ambil yang daftar sekian banyak. Saya kata kadang ibu bapa kita ini, kita bagi kata arahan Kementerian Perdidikan yang awal KP, dia kata kita ambil tarikh akhir, akhir Mac dia bagi sekian jumlah. Jadi, saya pergi ke Pahang masa taklimat di Bentong dan di Kuantan, di Kemaman, Pasir Puteh. Saya bukan Perdana Menteri duduk depan dan dengar taklimat, tak. Pergi ke pejabat, beberapa sekolah perlu? Dia kata tiga. Takkan tiga sahaja? Kerana yang daftar. Tapi kita tahu kan yang daftar dengan unjuran keperluan berdasarkan penduduk itu mungkin berbeda.
- Jadi sebab itu, saya minta ditambah supaya jangan ada kejutan besok. Katalah ibu bapa tak daftar sekarang, mari bulan Ogos dia daftar. Kita kelam-kabut kan? Sebab itu dalam tatkala kita meluluskan, kita bagi sedikit ruang tambahan daripada yang diminta oleh Kementerian Pendidikan. Kalau tak cukup besok, buat khemah. Nanti tengok, esok surat khabar keluar ‘PMX cadang anak-anak boleh belajar dalam khemah’. Aduhai. Saya nak bercakap, macam Dato’ Saarani, nak bergurau pun tak boleh. Kena serius, boring dengar lah. Dengan ini, peruntukan sekian banyak dan kerajaan bertanggungjawab. You dah dengar banyak kali dah. Jadi adalah selingan sikit.
- Ini dalam kerangka kita, kalau saudara lihat dasar Bumiputera kita pun jangan salah. Banyak yang salah faham. Dia kata, oleh kerana saya tidak sangat menekankan soal ini dari segi dasar, padahal dasar ada PuTERA35. Itu dasar yang khusus untuk bumiputera. Cuma pendekatan kita agak berbeda. Umpamanya, kita sebut Matrikulasi, dulu 100% bumiputera, sekarang 90%. Wah, dia hentam. Satu penganiayaan dan dasar yang kepada Bumiputera. Saya tidak. Sekurang-kurangnya anak-anak Cina, India yang pintar itu, yang ada ruang, kita bagi. Tapi, bila kita kata 90%, kalau perlu, kita tambahlah kuota dia supaya jumlah itu lebih besar. Jadi, anak-anak pintar tidak ketinggalan.
- Untuk Matrikulasi, untuk 10A ke atas, semua yang dapat 10A kita bagi tempat. Jamin, guarantee. Okey. Oh ada yang marah. Padahal 10A tak kiralah anak siapa pun, tapi apakah dia korbankan jumlah Bumiputera? Tidak. Sebab itu dengar keseluruhannya.
- Ini guna yang semua nak jadikan politik picisan yang tidak membantu. Kalau betul nak bantu, beri kemudahan yang baik kepada Bumiputera. Tekankan supaya tatakelola kita baik. Orang yang diberi amanah, jangan perkayakan diri mereka dan keluarga mereka sahaja. Berapa puluh bilion saham-saham Bumiputera yang lesap? Apa nak nafikan? Itu kenyataannya. Mana nak sibuk sepuluh, dua puluh ribu yang hilang?
- Jadi ini yang kita betulkan, sebab itu saudara lihat umpamanya, saya betul-betul pastikan supaya jangan ada ketirisan, tetapi tidak popular. Dalam perdebatan tidak ada. Yang kita rampas daripada penyakau-penyakau ini, RM15.5 bilion wang negara yang tiris dan hilang di pelabuhan Klang, di Pulau Pinang, syarikat-syarikat. Pelbagai hal ini, Melayu rasuah, ketirisan, kenaikan kos yang tidak munasabah, semua ini. Berapa kita jimatkan dalam 2 tahun? RM15.5 bilion. Ada perdebatan? Tak ada. Yang ada itu hanya isu-isu, oh macam mana Bumiputera?
- Saya yakin kalau kita punyai dasar yang jelas dan pelaksanaan yang baik, kita boleh jamin masa depan Bumiputera. Nak jamin masa depan Bumiputera, ini yang kita lakukan sekarang. Mutu pendidikan mesti ditingkatkan. TVET dinaikkan. Bila bawa pelaburan, biar ada sinergi di antara syarikat dengan universiti dan universiti itu pastikan selain daripada anak-anak pintar, anak-anak Melayu diberikan ruang. Bila kata ada umpamanya pelaburan daripada China, Geely, saya kata bagi latihan bagaimana? Tapi kalau saya fikir komisen bagaimana, macam mana saya nak tumpukan umpamanya latihan? Berapa puluh bilion pelaburan dari luar negara? Apa kita peduli tentang berapa yang dilatih, berapa peluang, berapa dalam ekosistem, supply chain, berapa kontraktor-kontraktor kecil yang terlibat? Tak ada. Yang kita mulakan, berapa komisen untuk kita. Jadi kalau itu jadi keutamaan, maka tentu ada kelemahan.
- Sebab itu umpamanya bila kita mula dengan projek Geely sebagai contoh, Huawei, CTE, semua saya syaratkan. Ada tak Center of Excellence di Malaysia? Kalau ada, boleh tak latih anak-anak tempatan? Berapa orang dilatih? Apa yang diperlukan untuk kita berikan sedikit insentif untuk kamu melatih? Sebab kalau anak-anak kita tidak dilatih menjadi lebih mahir dan berketerampilan, dia tak akan dapat menguasai bidang ilmu baru ini. Jadi itulah yang saya sebutkan betapa perlunya kita tumpu dalam bidang pendidikan yang bermutu. Dia bukan sekadar pendidikan, bukan sekadar celik huruf tetapi punyai keterampilan dalam bidang terutama bidang-bidang baru.
- Umpamanya sekarang ini kalau dulu-dulu, sejak 2003 semua bantuan ke sekolah agama rakyat dibatalkan. Bayangkan, sekolah agama rakyat itu kalau tanya saya, sistem ada kelemahan dia. Kalau tanya saya, patut dicari jalan untuk reformasi juga. Kalau tidak anak-anak kita dah tinggal di desa, tak ada pendidikan tinggi, hantar dan tidak ada sistem yang lebih murni untuk meningkatkan keupayaan mereka. Tetapi untuk batalkan peruntukan, itu bukan membantu, itu mendera mereka. Maknanya mutu guru, kemudahan sekolah. Jadi 2023, kita kembalikan peruntukan itu. Tahun 2024, dah kita masuk sekolah-sekolah pondok mengatakan harus tingkatkan kemudahan. Kita bantu. Mula-mula ada yang bimbang. Tok-tok Guru ada yang fikir, oh mungkin ini, PM ini nak campur tangan dalam urusan sekolah, nak tukar kurikulum. Tak. Dia nak ajar kitab mana, dia ajar. Kita tak ubah. Tapi kita minta tambah. Tambah apa? AI.
- Jadi, sekarang ada beberapa tempat Tok Guru, pondok-pondok yang kita hantar pegawai daripada MDEC ke? MCMC dan MDEC saya ingat satu lagi, hantar ke pondok, ajar Tok-tok Guru itu, orang muda dan pendedahan mereka kepada apa itu AI. Sebab kalau tidak kita bagi dia latihan itu, dan orang yang menguasai AI itu tidak akan ada nilai, tak ada akhlak, sebab kurikulum AI di Amerika atau di Eropah, tidak menekankan soal ini. Jadi lebih baiklah orang yang mempunyai kemahiran dalam negara Malaysia dan juga dalam bidang agama ini atau kemahiran dalam bidang disiplin Islam ini juga menguasai supaya dia boleh jawab. Itu pendekatan kita dan Alhamdulillah, guru-guru pondok banyak yang bersetuju dan kita mulai tahun lalu akhir dan tahun ini kita boleh mengeluarkan bantuan untuk memperbaiki beberapa kemudahan sekolah-sekolah pondok ini.
- Ini maknanya juga untuk peluang untuk kontraktor kecil. Bila kita perbanyakkan, kita akan pastikan supaya ada penjelasan dengan kontraktor kecil Bumiputera untuk mendapat lebih banyak peluang. Jadi, sekian sahaja. Yang penting kerja lepas ini. Surat dah dapat. Kalau lambat, jaga. Anak-anak masuk sekolah esok, dia tak marah kontraktor, dia marah Menteri Pendidikan. Marah Menteri Pendidikan tak apa lagi, juga marah PMX. Maknanya, tolong dan saya minta Kementerian Pendidikan dan Kerja Raya, mintalah, berilah apa sedikit kelonggaran, kemudahan bagi mempercepatkan. Asalkan jangan curi wang, jangan tipu specs. Bagi. Sini arahan saya. Saya mahu baik KKR, Kementerian Pendidikan terutamanya itu pastikan syarikat-syarikat kecil ini sebagai team Beri mereka kerjasama, bantuan apa yang boleh dan masalahnya umpamanya kalau kontrak kecil, modal. Modal itu saya nanti minta diselaraskan dengan… Johan boleh bantu ya Kementerian Kewangan.
- Sebab baru ni saya panggil Bank Rakyat, Agrobank, TEKUN, Amanah Ikhtiar, semua datang ke pejabat. Saya bincang bab ni. Sekarang tak payah tunggu. Kontraktor kecil katalah nak start, mula, so nak kena pinjam wang. Pinjam wang itu kos tinggi. Kemudian lambat. Nak kena bawa barang. Jadi kita nanti gunakan ruang supaya isu-isu ni kita selesaikan. Ada MARA dan sebagainya. Jadi supaya bila order barang itu, kalau dah ada jaminan kontrak sudah dapat SST maka pinjaman lebih mudah. Untuk memudahkan dan melicinkan saya nak ini sebagai contoh. Tapi saya minta jaminan daripada kontraktor-kontraktor kecil ini supaya berikan dan laksanakan sebaik mungkin.
- Saya sekadar boleh menyatakan kalau prestasi kita baik, ikut urutan prestasinya, saya akan berikan tumpuan yang lebih membantu saudara-saudara supaya dia tak kekal selama-lamanya kontraktor kecil. Ya okey? Dan saya minta pengarah-pengarah JKR Negeri semua ada di sini, Kementerian Pendidikan ada, bantu. Ada satu tekad umpamanya mereka ini bukan syarikat swasta, kita pandang ini, kita… tak, tak. Bantu sebagai seolah satu team. Dengar masalah dia. Boleh selesai, selesai. Tak boleh selesai, siapa boleh selesai? Kementerian Kewangan? Ataupun di pendidikan, kita selesaikan. Saya minta ini berlaku kerana bila kita beri kadang-kadang itu bunyi dasarnya okey tapi pelaksanaannya tak sama.
- Jadi, kalau inilah pendekatan kita, saya nak jadikan ini sebagai contoh. Model kerjasama yang lebih rapat di antara kontraktor-kontraktor kecil ini dengan jabatan-jabatan kerajaan untuk memudahkan dan menetapkan kos itu agak berpatutan dan mereka boleh percepatkan pelaksanaan. Terima kasih banyak.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
TEKS UCAPAN VERBATIM
YAB DATO’ SERI ANWAR BIN IBRAHIM
PERDANA MENTERI
SEMPENA
MAJLIS SAMBUTAN HARI GURU
PERINGKAT KEBANGSAAN TAHUN 2026 KALI KE-55
TEMA HARI GURU:
GURU BITARA NADI NEGARA
16 MEI 2026 (SABTU) | 9:30 PAGI
HOTEL CASUARINA
IPOH, PERAK
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dan Salam Sejahtera.
Alhamdulillahilladzi anzala ‘ala ‘abdihil kitab
walam yaj’al lahuu ‘iwajaa,
Wa usolli wa nussalli ala Rasulihil Karim,
Wa ala alihi wa sahbihi ajma’in.
Saudara saya,
Yang Amat Berhormat Dato’ Seri Diraja Dr. Ahmad Zahid bin Hamidi,
Timbalan Perdana Menteri;
Saudara Cikgu,
Yang Amat Berhormat Dato’ Seri Saarani bin Mohamad,
Menteri Besar Perak;
Yang Berhormat Puan Fadhlina binti Sidek,
Menteri Pendidikan;
Yang Berhormat Menteri Pendidikan Tinggi;
Yang Berhormat Dato’ Seri Mohammad Zahir bin Dato’ Abdul Khalid,
Yang di-Pertua Dewan Negeri Perak;
Yang Berbahagia Ketua Setiausaha Negara;
Tetamu-tetamu yang saya muliakan dan yang utamanya guru-guru yang kita raikan pada hari ini.
- Hari ini saya berucap sebagai Cikgu Anwar. Dan saya harap kita dapat teliti sebagaimana yang diungkapkan oleh Fadhlina, seorang menteri pendidikan yang begitu komited bukan sahaja dalam dunia pendidikan, tetapi untuk kebajikan guru-guru.
- Bila saya sebut begitu, mudah dengarnya tapi membebankan saya sebab seringkali dalam perjumpaan-perjumpaan dia mengusulkan beberapa kemudahan yang diperlukan di bidang pendidikan oleh guru, oleh pelajar, tetapi sebagaimana saudara tahu sejak Kerajaan MADANI ini, dalam belanjawan negara, peruntukan terbesar adalah dalam bidang pendidikan.
- Soal kebajikan kita utamakan, sebab itu bila kita menilai keperluan bersama Tan Sri Shamsul Azri, KSN dan KPPA untuk memperkenalkan skim dan meningkatkan sistem saraan guru-guru dan penjawat awam, kita beri perhatian, dan alhamdulillah, akhir tahun lalu dan tahun ini kita naikkan gaji dan elaun guru-guru paling tinggi dalam sejarah.
- Saya juga ucap tahniah kepada rakan-rakan mengendali di kementerian, Ketua Pengarah Pendidikan dan seluruh jentera, KSU nya kerana menyiapkan kerangka pendidikan yang mempersiapkan negara ke arah bukan sahaja negara maju dari sudut ekonomi, teknologi, AI dan digital, tetapi mempertahankan jati diri, nilai murni yang kita utarakan sebagai nilai dan akhlak masyarakat.
- Kalau kita lihat hampir semua negara punyai dasar-dasar pendidikan mereka dan dinilai dari semasa ke semasa. Tetapi di Malaysia, di negara MADANI ini ada kelainan, kita tidak mahu ketinggalan dari sudut teknologi baharu, AI. Anak-anak dipersiapkan dengan keperluan semasa, kalau tidak kita akan ketinggalan, tetapi dalam semua matlamat itu untuk mencapai yang murni tidak pernah kita abaikan atau remehkan kepentingan mempertahankan nilai kemanusiaan kita sebagai rakyat Malaysia dan nilai apa yang disebut sebagai akhlak masyarakat, kerana pendidikan akhirnya tidak boleh terlepas daripada peribadi, sahsiah, insan atau manusia.
- Sebab itu, guru-guru nampak terbeban, ada sahaja masalah dalam masyarakat, tentunya menyentuh anak-anak dalam sekolah. Dan tentu menimbulkan keributan, seolah-olah ini hanya berlaku di sekolah, padahal apa yang berlaku kepincangan, kebobrokan dari segi moral itu kerana sebahagian daripada masyarakat. Tapi saya harap guru-guru lihat ini secara positif, kalau tidak guru siapa lagi.
- Jadi sebab itu, kalau terbeban dengan teguran dan kritikan, sebahagiannya tidak adil, saya salute guru-guru kerana terima dengan baik untuk bangkitkan dan pastikan generasi akan datang itu jauh lebih baik daripada yang kita hadapi.
- Sebab itu, ia terungkai dalam nilai kemanusiaan, kalau lihat perdebatan yang di luar itu, kadang-kadang di luar pertimbangan, yang dirangka, difikirkan, direnungkan dalam dunia pendidikan. Dunia pendidikan ini apa dia matlamat? Menggali ilmu, meningkatkan untuk kefahaman masyarakat. Anak-anak sekolah. Menilai dengan baik. Membetuk manusia yang punyai nilai dan akhlak. Tapi ini tidak berlaku dalam masyarakat,tidak dalam dunia politik, tidak dalam dunia sosial, apalagi media sosial. Jadi saudara-saudara terpaksa bertempur, berhadapan dengan kenyataan di luar yang seolah-olah terpisah, tersisih daripada realiti.
- Dan ini satu gagasan yang penting. Di satu pihak, kita harus menguasai teknologi baharu. Pendidikan, sistem pendidikan sekarang dengan kupasan dia. Kalau lemah bahasa, disergah. Menguasai bahasa Inggeris dikatakan penting. Matematik, sains penting. Sekarang ini, teknologi baharu, teknologi maklumat. Datang Dato’ Seri Zahid, TVET, TVET, TVET. Tapi ini kenyataan. Keperluan itu tidak dipertikaikan.
- Rupa-rupanya keberanian kita mengorak langkah, menembusi tembok-tembok atau meruntuhkan tembok-tembok penghalang itu, dan kemudian membawa gagasan baru, itu sebenarnya satu keperluan. Tapi pada hari ini saya nak tekankan juga satu aspek yang tidak boleh diremehkan. Negara ini tidak mungkin selamat hanya dengan kepintaran yang disebut tadi buku Harry Lewis, ‘Excellence Without Soul’. Siapa yang boleh pertikaikan keupayaan Universiti Harvard? Tapi mengapa tokoh sarjana ulung Universiti Harvard boleh menyanggak seluruh pendekatan sistem itu? Kerana Universiti Harvard itu, universiti terulung. Saya pernah menyampaikan kuliah di sana. Hebat! Profesor-profesor yang mendapat pelbagai pengiktirafan dunia dari segi akademiknya, dari segi research-nya, tetapi disergah keras oleh Harry Lewis kerana gedung itu indah, anak-anak pintar, tapi tidak peduli kemiskinan ketara di luar, kelompok-kelompok yang dikatakan the ghettos, apalagi di kalangan kulit hitam. Jadi, tak memberi kesan kepada mereka, tidak menyentuh hati nurani mereka, tidak mengetuk pintu hati mereka sebagai manusia, merasakan apa yang dirasakan oleh anak-anak dan keluarga di luar.
- Jadi kata dia, untuk apa kita mendidik? Kita didik siapa? Kalau kita didik manusia, maka harus ada nilai murninya, nilai akhlaknya, ada keprihatinannya. Ini yang disebut akhlak ataupun nilai manusiawi, itu tidak ada. Sebab ditanam kebencian kaum, diletakkan kefahaman bahawa menghina orang kerana warna kulitnya berbeda dari kita. Itu yang disebut kegagalan sistem dalam membentuk nilai.
- Bagi kita di Malaysia, dalam pelbagai tamadun tidak pernah ditinggi. Saudara yang biasa dengan pengajian Confucius di kalangan masyarakat Cina, apa dia? Nilai, yang disebut, virtue. Membangkitkan apa yang dikatakan keseimbangan. Itu kalau Cina. India? Apalagi kalau dalam Islam. Ini pun satu pandangan. Kalau saya sebut umpamanya Confucius, nanti ada bagi pandangan, “tengok, Anwar ni cakap pasal Cina sahaja.” Pemikiran sempit. Jangan adalah di Kementerian Pendidikan kalau ada pandangan-pandangan begitu. Tidak ada tempat begitu. Kita ni dunia pendidikan, memuliakan. tidak ada rugi.
- Asasnya tetap bagi saya sebagai seorang Islam. Kekuatannya dari akidah Islamiah dan ruh perjuangan Islam. Tetapi, tidak diajar untuk menghina orang, untuk meremehkan budaya lain. Bagaimana orang nak hormat dan memulihkan kita? Kita mula saja bertempur, berucap saja dalam majlis, bila bercakap MADANI, “Oh, MADANI itu pengaruhnya seperti Abu Jahal.” Orang itu berpengaruh. Ada PhD, tapi nilainya itu bobrok. Nilai kemanusiaan zero. Nilai akhlak habis, ditinggalkan.
Saudara-saudara,
- Ini ujian dan cabaran kepada kita. Tidak mudah kerana guru-guru juga tidak terpisah daripada persekitarannya. Jadi jangan kita didik begitu. Mana dia kasih sayang kepada kemanusiaan? Mana dia kesediaan untuk memaafkan kelemahan-kelemahan masing-masing? Sebab itu, pagi tadi, dengan Azizah, tengah renung apa yang harus saya bicarakan. Teksnya panjang. Tapi saya teringat kupasan al-Quran tentang ciri kemanusiaan dan kasih sayang yang tentunya boleh ditanam dalam dunia ilmu dan pendidikan.
- Fabi-maa rahmatim minallahi linta lahum. Wa law kunta fadzzhan ghalidhal-qalbi lanfadldlu min haulika. Fa’fu ‘anhum, wastaghfir lahum, wa syaawirhum fil-amr. Fa idzaa ‘azamta fatawakkal ‘alallah. Innallaha yuhibbul-mutawakkilin. Sadaqallahul Azim.
(Surah Al-Imran, Ayat 159)
- Kalau tidaklah, tentu ada-ada asbaun nuzul-nya. Tapi saya nak tekankan di sini tentang aspek istighfar kepada Allah, memaafkan, menanam bibit kasih sayang, dan akhirnya tawakal kepada Allah. Ini satu pengajaran kepada kita. Ke mana masa depan kita? Apa nasib anak-anak kita masa depan? Sudah berdekad-dekad merdeka, kita masih bicara, bertempur soal-soal yang remeh, yang hanya menanam kebencian satu sama lain.
- Jadi, saya ambil kesempatan ini, mengingatkan kita apa yang digesa dalam firman Allah SWT yang saya bacakan tadi, bahawa kalau tidaklah kerana rahmat, pengampunan Allah SWT, tak mungkin kita selamat begini. Sebab itu, kita jangan lupa, dalam dunia pendidikan ini, menanam bibit kasih sayang. Tidak akan ada guru yang baik dan cemerlang. Seperti pengalaman saya sebagai pelajar dan pengalaman saya sebagai guru, kalau tidak menunjukkan kasih sayang kepada anak-anak murid.
- Saya tadi cerita kepada Dato’ Seri Zahid. Guru saya, Tan Sri Abdul Rahman Arshad, jadi Ketua Pengarah Pendidikan. Saya, Menteri Pendidikan. Kan susahnya protokolnya, bila dia bangun, saya kena bangun, dia masuk pejabat, saya kena bangun. Tapi saya kan pelajar, saya kan murid dia, kan dia itu berjasa kepada saya tak terpadam. Sebab itu, hubungan kami sehingga lah akhir hayat tidak pernah putus. Walaupun pada masa itu ada kekangannya, kan saya di luar Kerajaan dan terlempar di penjara, tapi hubungan dengan dia tu tidak pernah tinggal lah.
- Saya pernah sebut dalam Majlis Hari Guru, saya ingat di Universiti Malaya, Hari Guru, saya menteri yang dijemput pada masa itu. Ketua Pengarah Pendidikan berucap sebelum saya, Menteri Pendidikan. Dia bangun, saya bangun. Jadi, orang tengok ini apa? Menteri tak tahu protokol? Mana boleh menteri bangun bila pegawai bangun. Dia duduk, saya duduk. Saya nak berucap, saya minta kebenaran dia. Itu dia hubungan murid walaupun murid itu seorang menteri dan pegawai itu.
- Itu cerita yang baik. Yang masalahnya, dia kalau datang ke pejabat saya, dia tegur saya macam saya anak murid dia. “Eh Anwar…” Saya berucap. Tadi saya beritahu Dato’ Seri Zahid. Di Kuantan majlis sekolah ke apa. Jadi, dalam ucapan itu tidak pakai teks, kadang-kadang bahasa dan grammar itu celaru lah sikit. Saya ingat lagi, saya sebut, “Maka dengan itu saya menyeru semua guru-guru.” Saya duduk sahaja (selepas berucap), “Anwar, mana boleh semua itu guru, mana boleh semua guru-guru.” Saya kata, “Iyalah, jangan kuat sangat orang lain dengar.” Tapi begitulah hubungan dan kasihnya guru pada seorang pelajar.
- Saya boleh terima teguran itu tapi saya kata jangan, seganlah saya kalau pegawai-pegawai lain semua dengar, apa ni? Saya tahu bila dia sebut “Anwar, semua guru ke guru-guru?” “Semua gurulah, cikgu.” Saya panggil dia cikgu kalau secara personal. “Lepas itu, mengapa Anwar berucap, kata semua guru-guru? Anwar itu kan Menteri Pendidikan. Mana boleh silap grammar” Tapi, saya tunjukkan di sini, itu kasih sayang.
- Baik, masa itu saya menteri. Lepas itu saya masuk penjara, tak pernah diputuskan hubungan atau tunjuk kasih sayang. Di luar, saya tak ada kedudukan tapi tidak pernah putus.
- Saudara, yang saya nak tekankan di sini tentang kasih sayang. Sama ada anak itu Melayu, Cina, India, Orang Asli, Iban, Kadazan, apa dia? Dia kan manusia. Mengapa kita menjadikan ini sebagai masalah? Saya sebutkan ini dan saya percaya semua, sekurang-kurangnya majoriti besar guru faham kerana guru saya ada guru Melayu, ada India, Malhotra, ada Cina, Weng Bai, tapi saya tidak fikir dia boleh mengajar saya masa beliau di Kolej Melayu, dia anggap saya ini anak Melayu, oleh itu dia tidak ajar, betul. Tidak. Jadi, kita kena hidupkan budaya ini saudara-saudara kerana di luar sana celaru, perbincangan tidak lagi siuman.
- Saya sebagai Cikgu Anwar, nak lahir kepada saudara-saudara untuk betulkan ketempangan ini. Kita bicara soal UEC dan tentunya guru-guru mengikuti. Kita dengar pandangan Menteri Pendidikan, Menteri Pendidikan Tinggi. Kebimbangan mereka, masalahnya dan sebagainya. Jadi, kita bincang puluhan tahun. Ssemasa saya mula berbincang kelulusan UEC semasa saya Menteri Pendidikan dan Tan Sri Rahman Arshad, Ketua Pengarah Pendidikan. Kita menghadapi kesukaran untuk memberikan ruang kerana pada masa itu sekolah-sekolah Cina ini terpisah langsung dengan landasan pendidikan kebangsaan.
- Dalam beberapa pertemuan dengan saya, pemimpin-pemimpin guru tersebut enggan berbicara sepatah pun dalam bahasa Melayu. Saya tentu bersabar mendengar. Ketua Pengarah Pendidikan masa itu, Tan Sri Rahman Arshad membisik kepada saya, “Anwar, minta maaf, saya terpaksa keluar daripada majlis ini. Saya tidak dapat tahan sikap macam demikian”. Dan saya kata okeylah. Saya mengerti kerana demikian pertembungannya di antara Sekolah Independent Cina dengan dasar pendidikan kebangsaan. Itu 40 tahun yang lalu.
- Pertemuan sekarang, semua wakil-wakil persatuan bercakap dalam Bahasa Melayu. Sekolah-sekolah Cina ini, lebih daripada 80% Fadhlina ya, yang mengambil SPM dan bila kita luluskan peraturan ini, kita letakkan syarat. Mesti lulus atau kepujian dalam Bahasa Melayu dan Sejarah untuk melayakkan mereka mendapat ruang untuk pergi ke universiti. Dan ini terpakai untuk semua.
- Sekarang ini sekolah antarabangsa kita tak syaratkan. Sekolah antarabangsa itu anak-anak Melayu ramai. Anak-anak Malaysia. Jadi kita syaratkan yang sama. Dan juga Maahad Tahfiz dan sekolah Arab yang dulunya mengajar semua kurikulum Bahasa Arab dalam Bahasa Arab, tapi tidak memberi pendekatan tentang Bahasa Melayu dan Sejarah. Kita berikan syarat yang sama.
- Itulah sebabnya mengapa kita buat keputusan, sekali lagi dia jadi perbahasan politik. Saudara, di dalam kehidupan kita ini mestilah ada semangat tolak ansur. Yang kita tidak boleh tolak ansur apa? Bahasa. Mahu duduk di Malaysia, penguasaan bahasa harus kekal. Mahu menjadi rakyat Malaysia, mesti faham sejarah kita, perlembagaan negara, sejarah kemerdekaan, sejarah perjuangan yang lalu, pertempuran kita dengan penjajah Inggeris atau Belanda sebelumnya, Portugis sebelumnya. Sekadar itu mesti mengetahui.
- Jadi inilah sebab mengapa akhirnya kita putuskan untuk meletakkan syarat ini supaya sebahagian daripada mereka, di kursus-kursus tertentu, bahasa dan juga beberapa kurikulum mungkin Accountancy dan sebagainya. Mengapa tidak boleh kita umumkan semua sekali? Mengikut Menteri Pendidikan Tinggi, dia harus bawa ke badan-badan professional. Kerajaan boleh putuskan pengiktirafan sijil itu dari badan-badan professional.
- Jadi, serah kepada Kementerian Pendidikan untuk menyusul, tapi dasar yang diluluskan oleh Jemaah Menteri jelas. Kita izinkan dari sekolah Arab, sekolah Tahfiz, sekolah antarabangsa, sekolah Cina dengan syarat Bahasa dan Sejarah. Kemudian, ambil beberapa kursus universiti yang sesuai. Tak terbatas kepada kursus-kursus bahasa sahaja. Dia juga boleh dalam bidang akauntan dan lain-lain. Itu akan diputuskan oleh senat universiti dan badan akauntan.
- Jadi, saudara-saudara, sudahlah. Negara ini perlukan guru tumpu dalam bidang ini. Masalah negara kita, ya alhamdulillah, angka-angka terakhir, saya dengan Dato’ Seri Zahid dan Menteri-Menteri agak terkejut. Kita jangkakan bila menghadapi kemelut ekonomi mutakhir ini, suku tahun pertama mungkin bertahan, suku tahun kedua dah mungkin menampak keruncingan itu, tetapi laporan Bank Negara dua hari yang lalu, suku tahun pertama baik, suku tahun kedua masih bertahan. Alhamdulillah.
- Ya, kita bicarakan ekonomi, kita fikirkan pelaburan, kita fikirkan kestabilan politik, kerjasama antara kaum. Tetapi kita jangan lupa, itu juga kerana peranan guru mendidik dan mempertahankan sistem pendidikan kita ke arah kecemerlangan. Tanya sahaja, dari Infineon, dari Nvidia, dari Intel, dari Microsoft, semua datang jumpa saya. Selalu saya tanya, “bagaimana tentang prestasi pekerja kita?” Saudara, saya belum pernah dengar satu komen yang mempertikai kelayakan asas jurutera atau akauntan sebagainya serta penguasaan bahasa. Yang mereka usulkan ialah perlu ada peningkatan, termasuk kejuruteraan dan bidang-bidang lain. Dan oleh itu, bagi pelabur, bagi konglomerat, bagi saudara-saudara kaya, jangan lupa, mereka perolehi ini semua kerana jasa guru yang mendidik anak-anak kita.
- Sebab itu, kita perkenalkan sekolah angkat. Sekolah angkat meminta semua syarikat-syarikat yang kaya ini, yang berjaya ambil sekolah angkat yang berdekatan. Semalam dalam kajian, dua hari yang lalu ya, baru sekitar 80 sekolah. Saya tak puas hati. Banyak syarikat-syarikat di Perak, Saarani ya, yang berjaya dan catat keuntungan besar. Saya harap dalam tempoh satu, dua bulan ini, maksimum akhir bulan Jun, kita perlu catat sekurang-kurangnya 200 sekolah angkat kerana syarikat-syarikat ini kemudian berdamping dengan guru besar, pengetua dan bincang keperluan-keperluan asas. Kita tidak minta juta-juta ringgit tapi sekurang-kurangnya beri kemudahan tambahan sekolah supaya ada sinergi di antara syarikat dengan Kerajaan.
- Ada beberapa pengumuman yang tadi disebut oleh Saudari Fadhlina. Saya tidak mengulangi hal yang diperolehi, cuma dia senang jadi umum, yang kena cari duit itu saya (nada seloroh). Dia kata, kuarters guru ini teruk sikitlah. Okey, okey. Permintaan dia, boleh tak bagi 300 juta perlahan-perlahan lah. Nak Tadi, sebab itu… bilik guru. Memang betul saya pergi kadang mengejut-mengejut ni. Saya bukan satu, dua cara. Satu, lawatan mengejut.
- Satu lagi, hari Jumaat. Hari Jumaat, siap Fadhlina. Mesti dapat teks. Sebab saya bertanya anak-anak sekolah. Sekolah mana? Sekolah ini, okey. Tandas macam mana? Okey. Haa? Tak, ada dua rosak. Saya pun text Fadlina, sekolah ini dua rosak tandas. Kemudian cikgu datang semua. Datang. Haa? ada yang tak datang. Apa nama cikgu tu? Dia sebut contoh, Cikgu Salmah. Haa, apasal tak datang? Kenapa? Dia ajar apa? Dia ajar Sejarah. Dia jawab sebab apa dia tak datang? Dia bersalin. Bagilah tahu.
- Dalam puluhan sekolah orang tanya Alhamdulillah, saya belum dapat laporan guru tak datang tanpa sebab.
Tetapi maknanya Ketua Pengarah jangan bimbang, Pengarah Pendidikan, saya tak tanya saudara, saya tanya anak-anak di masjid ini. Kalau salah hangpa
- Begitu juga dengan naik taraf bilik guru di 3500 sekolah, itu semua dilakukan dan saya ucap terima kasih. KSU mana? Baik. KSU pun cekap. Ketua Pengarah pun lagi cekap. Tahun ini memang di kabinet, saya ingat Menteri Pendidikan hampir-hampir nak menangis. Saya kata, nope. Mesti mula tahun ini. Umur 5 tahun. Tak ada, siap. Itu bukan problem Itu problem Ketua Pengarah dengan Kementerian Pendidikan. Kalau wang tak ada, saya cari juga. Buka kelas-kelas baru. Kalau tak boleh, bangunan-bangunan baru, modular. Dan bagi tahu JKR, bagi tahu ICU, jalan, Alhamdulillah.
- Yang daftar, sekarang ini sekitar 75,000 pelajar baru. Pertambahan bilik guru yang diluluskan oleh Kerajaan. Pertambahan. KP ya, ingat. Pertambahan itu 3,150. Ini dari segi pertambahan guru untuk Kementerian Pendidikan, ini rekod dalam sejarah sejak kita merdeka. Ini kadang-kadang tolong cerita lah di kampung ini. Ini saudara tak cerita. Cerita masalah je. Cerita macam di Terengganu, Kelantan, Kedah, Perlis. Cerita sikit ni, ni. Faham tak? Bilik guru diselenggara setakat ini 7,000.
- Saudara, bila tahun lalu, bila Hari Guru saya sebut tentang tandas. Kalau orang panggil ‘Pendana Menteri Tandas’, tak apa, saya tak peduli. Tapi, bayangkan, anak kita ke sekolah, tandas tak terurus. Nak ajar tentang kebersihan, nilai murni, ambil wudhu. Jadi sebab itu, kita belanja hampir 1 bilion ringgit. Saya berfikir, apa benda negara nak repair tandas sampai 1 bilion ringgit? Kerana tak pernah di-repair dah 20 tahun. Tapi Alhamdulillah, kita ambil tindakan, kerana menteri dia kacau saya selalu.
- Saya kata, cuba bagitahulah sesekali yang dah berjaya. Ini kalau jumpa jaya, jumpa di kementerian, di JPM atau di Jemaah Menteri, asyik yang belum dapat sahaja. Bilik guru ada yang belum siap. Saya kata bagi tahu dulu, bilik yang dah siap lah, kemudian baru bagi tahu yang belum siap. Kalau tak demam lah saya. Jadi, bilik guru diselenggara seperti yang saya bagitahu tadi. Projek penyelenggaraan naik taraf bilik guru, itu pun seperti yang diumumkan, bukan kecil. Dan penyelenggaraan kuarters guru, yang itu saya setuju. Kuarters polis, kuarters tentera, guru, penjawat awam, ini kita minta, dia tu kerja dengan kita, tetapi tengok kuarters, saya tengok kuarters penjara termasuk Sungai Buloh yang jaga saya dulu, pintu tak boleh tutup, bumbung bocor, nasib baiklah yang keluar dari penjara Sungai Buloh itu jadi Perdana Menteri, terus kita repair.
- Masa Dato’ Seri Zahid jadi Menteri Dalam Negeri, dia tak repair. 4,000 Unit kuarters tambahan. Dan dengan penyelenggaraan tak kecil. Berapa yang diselenggara dalam tempoh 2 tahun ini? 8,700 Unit kuarters guru. Bukan kecil. Jadi tolong bubuh senarai ini KP ya. Kalau KP tak letak ini semua, minta wang saya tak lulus lagi dah. Jadi supaya anak-anak kita tahu.
- Jadi saudara-saudara, apakah ini cukup? Tidak. Oleh kerana Kerajaan memberikan penumpuan besar dan utama dalam bidang pendidikan ini, maka ada beberapa keperluan yang kita akan review dari masa ke semasa. Dalam perjumpaan saya dengan Kementerian Kewangan awal minggu ini, kita bincang juga soal pendidikan kerana kita minta sekarang ini digital, AI, pengkomputeran, STEM dan sebagainya, kita dah putuskan untuk kita review apa-apa keperluan supaya dalam belanjawan tahun ini kita dapat tingkatkan lagi perbelanjaan dan kelulusan untuk Kementerian Pendidikan Malaysia.
- Guru-guru mendapat pengiktirafan peringkat nasional dan antarabangsa. Sebenarnya tadi, saudara tahu Muhammad Nazmi dari Sekolah Kebangsaan Long Sebangan Lawas. Bayangkan, saudara tahu Lawas? Lawas itu di mana? Itu, jauh di Sarawak. Tak banggakah kita? Sekolah terpencil begitu boleh dapat pengiktirafan dunia. Ini interaktif, dia dapat 10 Finalist Global Teacher Prize 2025, Rise Educator of the Year 2021. Ini sebagai satu contoh.
- Kemudian keduanya, Dr. Velerie Wheelervon, Sekolah Kebangsaan Bingkor Keningau. Perkenalkan pendekatan Neuro Arts, Seni, Terapi Sensori, Pembelajaran, Neuro Arts. Cikgu Saarani oleh kerana dalam tu tak ada Neuro Arts masa dia mengajar. Terima kasih. Ini dia dapat Pengiktirafan Cambridge Dedicated Teacher Awards 2026 bagi Rantau Asia Tenggara Depositif.
- Saya ke Pulau Banggi, Daerah Kudat. Saya ke Sekolah Menengah Banggi, sekolah itu ada sama tingkatan enam. Kalau ada pengetua, saya ucap terima kasih. Saya sangat terkesan. Saya pergi pada tahun 1994 untuk letak batu asas sekolah itu. Dan sekolah itu telah dapat diurus begitu baik dan saya bagi cabaran kepada sekolah itu, prestasi tahun ini harus jauh lebih baik daripada apa yang pernah dicatit sebelumnya. Jadi, Kementerian Pendidikan pantau Sekolah Menengah Kebangsaan Banggi.
- Salah dia, dia jemput saya buat apa? Dia jemput saya, saya kena pantau. Tapi, saya bangga kerana mereka juga memanfaatkan NADI. NADI yang dengan komputer dan IT, itu NADI Pulau Banggi. Saya kata Pulau Banggi dekat dengan sempadan Filipina. Terpencil. Tak ada lapangan terbang. Saya kena naik helikopter satu jam sepuluh minit dari Kota Kinabalu untuk sampai ke padang sekolah kebangsaan, Sekolah Menengah Kebangsaan Pulau Banggi itu.
- Saudara, mereka mendapat International Award daripada International Telecommunication Union Geneva. Dan walaupun namanya NADI, tetapi jentera penggeraknya itu daripada Sekolah Menengah Kebangsaan Pulau Banggi. Itu yang membanggakan saya.
- Sekali lagi saya ucap terima kasih. Hari Guru harus melahirkan guru terbaik tentunya, semangat yang kental dan saya menaruh keyakinan. Walaupun ada simpang-siur pertempuran di luar, guru tetap menjalankan tugas mereka dengan cemerlang.
Terima kasih.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
TEKS UCAPAN VERBATIM
YAB DATO’ SERI ANWAR BIN IBRAHIM
PERDANA MENTERI
SEMPENA
PROGRAM SOLAT JUMAAT BERSAMA YAB PERDANA MENTERI
DAN PROGRAM PENYERAHAN CEK CURA
PERUNTUKAN PEMBANGUNAN SYIAR ISLAM
BAGI NEGERI SEMBILAN TAHUN 2026
15 MEI 2026 (JUMAAT) | 1.05 PETANG
MASJID SRI SENDAYAN, SEREMBAN, NEGERI SEMBILAN
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh dan Salam Sejahtera.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin
Nahmadulu wa nussalli ala Rasulihil Karim,
Wa ala alihi wa sahbihi ajma’in.
- Syukur alhamdulillah, dapat bersama dalam masjid yang sungguh indah ini, tetapi kita kembali mengingatkan kita tentang fungsi masjid sepertimana yang tertera dalam ayat quran yang saya tulis di sini:
Innamaa ya’muru masaa jidal laahi man aamana billaahi wal Yawmil Aakhiri wa aqaamas Salaata wa aataz Zakaata wa lam yakhshaa illal laaha fa’asaaa ulaaa’ika ai yakoonoo minal muhtadeen. Sadaqallahul ‘Azim
[Surah At-Taubah: 18].
.
- Itu Imam ada, Syeikh ada. Maksudnya, kita syukur Alhamdulillah. Bukan sahaja kerana kerjasama bantuan daripada Kerajaan, tapi dalam konteks Masjid Sendayan yang masyhur ini, atas usaha atau khidmat sahabat kita, Tan Sri Rashid Hussein, atas kesempatan, keindahan inilah saya minta dia pengerusikan Masjid MADANI Permatang Pauh, walaupun tak mungkin seindah ini kerana keterbatasan yang lain.
- Tapi saya balik kembali kepada ayat al-Quran yang saya bacakan, mendiri, memakmurkan masjid itu tanggungjawab kita. Innamaa ya’muru masaa jidal laahi -membangun, mendirikan, memakmurkan masjid. Sambung dengan…untuk apa? man aamana billaahi – untuk kita perkukuh iman kepada Allah Taala. Bertaut iman kepada Allah Taala. Yawmil Aakhiri – keyakinan dan kepercayaan kepada hari akhirat.
- Sebab itu bila kita tanya tentang accountability atau pertanggungjawaban, orang yang ada imannya dan keyakinannya itu lebih bertanggungjawab, kerana dia tahu bukan sahaja dipersoalkan dalam masjid, dalam mesyuarat, dalam laporan-laporan tahunan, dalam pilihan raya, tidak. Akhirnya dipertanggungjawab kepada Allah SWT. Sebab itu dikaitkan man aamana billaahi wal Yawmil Aakhiri. Kita akan sampai di situ. Peringatan kepada kita semua. Kalau kukuh iman kita, untuk apa masjid ini? wa aqaamas Salaata – untuk menyempurnakan solat, wa aataz Zakaata.
- Saya masih ingat gesaan almarhum Syeikh Dr. Yusuf al-Qaradawi, ulama besar, apa keistimewaan Qur’an bila sebut solat dikaitkan dengan zakat? Kerana tanggungjawab hablum minallah hablum minan-nas -tanggungjawab kepada Allah Ta’ala dan juga kepada manusia. Zakat itu institusi agung yang mempertaut sebagai kekuatan ekonomi umat. Dan kekuatan ekonomi umat itu bermula dengan maslahah menjaga masyarakat am, bukan untuk memperkayakan dua tiga kerat manusia. Menjaga maslahah am, sebab itu solat itu dikaitkan dengan zakat.
- Kata Syeikh Dr. Yusuf al-Qaradawi, dalam sejarah umat manusia ini jarang berlaku perisytiharaan perang untuk menjaga rakyat miskin, untuk membela nasib rakyat, jarang. Kalau dulu kalah perang kerana meminang puteri tak dapat, bukan ‘ku pujuk-pujuk ku bawa lari’, ‘ku pujuk-pujuk gagal, ku serang negeri’. Ataupun perang kerana emas-perak kekayaan. Perang kerana takluk dan jajahan. Tapi kata Syeikh Dr. Yusuf al-Qaradawi, dalam sejarah umat manusia ini kali pertama Abu Bakar As-Siddiq r.a., mengisytiharkan perang, Al-Harb ‘ala al-Faqr – perang atas nama fakir untuk membela nasib miskin. Masha-Allah tidak pernah berlaku dalam sejarah manusia. Susah payah kerja nak tolong orang miskin. Belum tentu dapat dukungan, belum tentu dapat habuan, kekayaan belum tentu dapat undi, tapi niatnya membantu, membela.
- Kerana institusi zakat itu kalau gagal, kekuatan induk ekonomi umat itu runtuh. Maka, wa aqaamas Salaata wa aataz Zakaata. Baik, man aamana billaahi yakin, iman. Wal Yawmil Aakhiri, percaya kepada hari akhirat, menyempurnakan solat, membayar zakat. Kalau betul itu berlaku, wa lam yakhshaa illallah. Taklah takut, gentar lagi melainkan kepada Allah SWT. Ini kita takut, macam-macam. Berbagai ketakutan, takut miskin, takut tidak disokong, takut tak dapat, macam-macam.
- Maka, ketakutan ini diperingatkan dalam kaitan dengan ayat al-Quran, mendirikan masjid, bayangkan. Mendirikan masjid itu beri mesej keseluruhan kehidupan manusia. Dari imannya, kepada solatnya, kepada zakatnya, kepada sikap jati diri dan keberanian untuk jangan gentar dan takut melainkan kepada Allah SWT.
- Demikianlah, sedikit renungan dan saya, Menteri Besar, Saudara Aminuddin, Menteri Agama, Menteri Belia dan Sukan pun ada, dengan rakan-rakan, insya-Allah kita lakukan sebaiknya, sedaya upaya kita, sepertimana kita sebut dalam kerangka perjuangan kita, Islah Mastata’tu berupaya bawa perubahan, kebaikan, sedaya upaya kita.
- Mudah-mudahan Allah SWT memberikan kekuatan dan masyarakat dan umat mendoakan kejayaan kita bersama, selamatkan negara kita dari pelbagai tekanan dalam dan luar negara. Kadang-kadang bukan ciptaan kita masalah, negara telah berkembang baik, berlaku serangan oleh Zionis Yahudi Israel ke atas Iran, tempiasannya kepada negeri Arab, negeri Teluk, kesannya sekat Selat Hormuz, kapal-kapal minyak dan gas tersangkut, harga barang melambung naik. Jadi kita yang tak kena, walaupun sentimen kita tentunya menyokong rakan-rakan kita yang menjadi mangsa kecaman Israel dan Amerika Syarikat.
- Semoga Allah SWT memberikan aafiyah dan hidayah, menyelamatkan kita dan umat dari ujian ini.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
