TEKS UCAPAN YAB PERDANA MENTERI: MAJLIS PELANCARAN PERCETAKAN AL-QURAN DAN TERJEMAHAN BAHASA RUSIA (TERJEMAHAN KE-30) SERTA PELUNCURAN MUSHAF UMMATIN AL-JAMI’U LIL-QIRA’ATIL ‘ASHRI
TEKS UCAPAN
YAB DATO’ SERI ANWAR BIN IBRAHIM
PERDANA MENTERI
SEMPENA
MAJLIS PELANCARAN PERCETAKAN AL-QURAN DAN TERJEMAHAN BAHASA RUSIA (TERJEMAHAN KE-30)
SERTA PELUNCURAN
MUSHAF UMMATIN AL-JAMI’U LIL-QIRA’ATIL ‘ASHRI
(مُصْحَفُ اُمَّةٍ الْجَامِعُ لِلْقِرَاءَاتِ الْعَشْرِ)
8 OGOS 2025 (JUMAAT) | 12:15 TENGAH HARI
KOMPLEKS NASYRUL QURAN, PUTRAJAYA
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillaahil lazeee anzala ‘alaa ‘abdihil kitaaba,
wa lam yaj’al lahoo ‘iwajaa,
wa nusalli ala rasoolihil kareem,
wa ‘ala alihi wasahbihi ajma’in.
Yang Berhormat Senator Dato’ Seri Diraja Dr. Zambry bin Abd Kadir,
Menteri Pendidikan Tinggi;
Yang Berhormat Datuk Seri Haji Ahmad bin Haji Maslan, Timbalan Menteri Kerja Raya merangkap Timbalan Pengerusi Nusyrul Quran;
YBhg. Dato’ TPr. Fadlun Bin Mak Ujud,
Presiden, Perbadanan Putrajaya;
Yang Berbahagia Dato’ Dr. Sirajuddin bin Suhaimee, Ketua Pengarah Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM);
Duta-duta, Pesuruhajaya Tinggi;
Yang berbahagia Sheikh yang memang banyak membantu dalam menjayakan projek ini;
Dan bagi yang mengikuti tentang Qira’at, tahu kekuatan Maasarawi ini kerana tersohor, dan bantuan itu telah menyebabkan Abdul Latif Mirasa berjaya dalam langkah ini.
- Kita biasa dengan kompleks Nasyrul Quran, tetapi kita mendukung ini kerana memenuhi banyak faedahnya. Pertama, tentunya penyebaran al-Quran. Keduanya, menekankan beberapa ikhtiar baru seperti disebut, mengajak rakyat terutama anak-anak muda, anak-anak sekolah supaya lebih berminat melalui al-Qurannul Karim itu kepada bidang-bidang ilmu terkini, termasuk sains, matematik, digital, AI tetapi berteraskan nilai.
- Dan bila kita bicara soal nilai dalam negara MADANI, nilai ini mestilah berteraskan Islam. Dan Islam itu berpangkal kepada al-Quranul Karim. Sebab itulah dia menjadi asas, apa lagi bila kita ada Sheikh Dr. Ahmed ‘Isa Alma’sarawi yang membantu dari segi mutu, pemahaman, dan ini satu-satu yang disebut Mushaf Ummatin Al-Jami’u, merangkul kedua-dua puluh. Jadi kaedah ini, anak-anak yang baca itu tidak akan terkejut bila dia dengar sendiri kaedah-kaedah dan pembacaan yang ada.
- Yayasan Restu di bawah pimpinan Sheikh Abdul Latif dan rakan-rakan di sini telah meletakkan kedudukan Malaysia dari segi pengeluaran al-Quran itu di antara yang tertinggi. Selain daripada Arab Saudi dan Mesir, kalau di rantau ini, kita yang pertama. Dan yang menyebabkan kita mengangkatnya ke mercu yang lebih tinggi ialah cara umat Islam dengan hikmahnya. Selalu kita sebut kalau dakwah itu “bilhikmati walmaw ‘izatil hasanati wa jaadilhum billatee hiya ahsan”, kita menjawab bukan dengan cara mencerca atau lawan balas secara semberono seperti kita lihat yang berlaku termasuk dalam negara kita, tetapi dengan menghasilkan al-Quran dalam terjemahan dan diedar di mana-mana tempat.
- Setiap negara saya kunjungi, Peru, Brazil, Kemboja, Laos, China, Rusia saya tidak pernah tinggal membawa al-Quran dari Yayasan Restu dan terjemahannya. Sama ada langsung kepada kerajaan atau langsung kepada pusat-pusat Islam atau masjid, dan dengan peluncuran hari ini terjemahan ke-30 Bahasa Rusia dan kebetulan Duli Yang Maha Mulia Yang di-Pertuan Agong juga sekarang di Rusia, jadi ini suatu perkembangan yang sangat menggalakkan.
- Cadangan untuk menterjemah 20 bahasa lagi dan dia sebut ini kerana dia minta dana tambahan. Jadi tentunya, untuk ikhtiar ini, saya bagi pihak Kerajaan MADANI tentunya akan memberikan seluruh dukungan dan kerjasama.
- Mushaf Ummatin Al-Jami’u ini sebagai inspirasi sejarah Mushaf Uthman. Dan ini seperti biasa kita sebut pertama, kesinambungan warisan; dan keduanya sesuatu yang boleh dirangkul dalam satu mushaf. Dan ini memang suatu yang menakjubkan. Dan saya ucap terima kasih juga kerana permulaannya dari segi Institut Penyelidikan di Doha, Qatar.
- I must take this opportunity to express my profound gratitude, jazakumullahu khairan kathiran for this bold initiative. You know, this is not a normal feat. As explained earlier, we had so much incidences because of ignorance. The ignorance has causes so much mischief, Islamophobia, anti-Islamic tirade, all over the world, not only the West, but also, among in the East. Not only among the colonial masters, but also states and countries that have been colonized, not just by non-Muslims, even Muslims due to ignorance. That is why in Malaysia for example, I have promoted widely this article published in Atlantic, The Nation by Edward Said the Clash of Ignorance, he did not make reference specifically to the Quran or Islam but the clash of cultures and civilizations is due to ignorance, no effort to understand what we termed those days as Orientalism and anti-Islamic or Eastern due to colonial mentality has now transformed into what is known as Islamophobia and regrettably Islamophobia now is being adopted sometimes by governments, sometimes by right-wing parties influencing national narratives.
- Now, we can choose to shout and yell and insult. We can choose to show anger and condemn but we in Malaysia, thanks to my colleagues in the government, Dr. Zambry Abd Kadir is here and the Yayasan Restu, Abdul Latif, we said, we choose to respond according to the Islamic precepts and tradition through engagement, through knowledge, through understanding. Not all Americans, not all Europeans are against Islam. Those who present these views stem from either ignorance, or hatred, or plain arrogance.
- So, we must engage with those. That’s precisely the reason when we heard about the burning of the Quran in Sweden, Malaysia responded by saying “You burn one Quran, we will, insya-Allah, publish one million”. One of the first countries we sent the Quran to is Sweden. Abdul Latif went to universities, to libraries with translations in their language and this is the manner I think, we need to respond.
- The government is committed, but what is particularly outstanding with the effort of Yayasan Restu is the ability to produce Qurans with such quality, with such speed and translation for now in 20 languages.
- So, I must salute them for the effort may Allah bless the effort, Jazakumullahu khairan kathiran for this great effort which we will continue to support.
- I look forward of course to the launch of Mushaf MADANI because Abdul Latif remember that the idea for this publication and translation and production of the Quran in Malaysia was in the 90s.
- Must reflect again which I have alluded to before I was in Jakarta to celebrate the Istiqlal function as there in the Istiqlal Mosque at that time, Presiden Suharto and I looked at the Qurans published where they include the local art, motives from the various regions in Indonesia. We have the Minang, the Palembang, the Jawa, the Batak and the Mendeleng, and the Sunda, all to show that there is universal message of the Quran, but there is also the respect and acceptance of Uruf ja’adah, that they do not run contrary to the spirit of the Quran.
- I came back, mentioned it to Abdul Latif and the rest is his job, we have a small grant and Alhamdulillah, even when I was in the doldrums, resting somewhere my dear brother Dato’ Seri Zahid Hamidi took the torch and continued to support all efforts to ensure the rise. So, that sort of a spiritual link is probably not very known but that is what we call ukhuwah and friendship also is about.
- So I look forward, insya-Allah. Sekali lagi saya ucapkan penghargaan setinggi-tingginya kepada Abdul Latif, Sheikh Dr. Ahmed ‘Isa Alma’sarawi yang menghabiskan seluruh tenaga dan kekuatannya untuk melahirkan satu Quran yang mengandungi Mushaf yang disebut Ummah untuk ummah dan al jami itu luar biasa. Jazakumullahu khairan kathiran
- Jadi sekali lagi saya ucap terima kasih dan apa lagi dalam bahasa Rusia. Jadi saudara-saudara yang tahu bahasa Rusia, tolong ambil satu. Yang tidak tahu bahasa Rusia itu, ambil yang Bahasa Melayu atau bahasa cukup terjemahannya.
- Jadi sekali lagi saya ucap terima kasih dan dengan semangat, mudah-mudahan diteruskan usaha ini dan saya menunggu, insya-Allah Ramadan untuk kita luncurkan Mushaf MADANI ini secara nasional, insya-Allah.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
